Minggu, 21 Juni 2026

Survei: Ekonomi Indonesia Cenderung Memburuk

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Mar 2026 | 21:45 WIB
BAGIKAN
Sejumlah warga berbelanja pakaian untuk kebutuhan Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Sejumlah warga berbelanja pakaian untuk kebutuhan Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

JAKARTA, investor.id - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) bertolak dari pandangan para ekonom, menilai bahwa kondisi ekonomi domestik cenderung memburuk atau paling tidak tetap stabil tanpa kemajuan.

Dalam laporan bertajuk Survei LPEM Ahli Ekonomi Semester I-2026 disebutkan 41 responden (48%), menilai kondisi ekonomi Indonesia lebih buruk dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, 32 responden (38%) tidak melihat adanya perbaikan maupun penurunan. Hanya 12 responden (14%) yang menilai kondisi saat ini sudah membaik.

“Secara umum, survei ini menunjukkan pandangan yang berhati-hati di kalangan para pakar. Banyak responden menilai bahwa kondisi ekonomi memburuk atau tetap stagnan, sementara tekanan inflasi semakin dipandang sebagai kekhawatiran,” dikutip dari dokumen yang diterima pada Minggu (15/3/2026).

ADVERTISEMENT
Survei: Ekonomi Indonesia Cenderung Memburuk
Pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Ilustrasi: Investor Daily/Datasatu.com)

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi secara bulanan mencapai 0,68% pada Februari 2026. Lalu inflasi tahunan terjadi sebesar 4,76% sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 0,53%. Kondisi inflasi secara bulanan tidak terlepas dari kenaikan harga pangan sehingga mendorong inflasi pada Februari 2026.

Dari hasil survei LPEM FEB UI, rata-rata respons sebesar -0,39 mencerminkan kecenderungan para ahli menilai perekonomian saat ini sedang memburuk, dengan skor keyakinan yang tinggi sebesar 7,37 dari 10. Hasil ini masih konsisten dengan persepsi survei sebelumnya pada Oktober dan Maret 2025, menunjukkan setelah tiga survei berturut-turut dalam rentang 18 bulan, para ahli masih meyakini kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik.

Menanggapi hal ini, Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi mengatakan para ekonom melihat adanya kendala serius dalam mesin pertumbuhan ekonomi. Beberapa poin utamanya yaitu tekanan inflasi lalu kenaikan harga pangan dan energi global mulai menggerus daya beli masyarakat di dalam negeri. Selain itu, pasar kerja lebih sulit, ini berdampak langsung pada terhambatnya pertumbuhan upah dan pendapatan rumah tangga.

“Ada sinyal-sinyal bahwa pemerintah ingin meminimalisir swasta, sehingga membuat lingkungan bisnis saat ini lebih buruk, yang bisa berdampak pada tertahannya ekspansi investasi,” ucap Rahma saat dihubungi pada Minggu (15/3/2026).

Rahma juga menuturkan bahwa saat ini pemerintah sedang berhadapan dengan tantangan besar untuk membuktikan bahwa target pertumbuhan 5,4% - 5,6% tidak sekadar angka di atas kertas.

Tiga Rekomendasi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia