Jumat, 15 Mei 2026

90% Penerima Insentif PPN adalah Pelaku UMKM

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Des 2024 | 19:39 WIB
BAGIKAN
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih berpegangan tangan usai konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/12/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih berpegangan tangan usai konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/12/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menggelontorkan insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 265,5 triliun pada tahun 2025. Dari nilai insentif tersebut 90% akan dinikmati oleh UMKM.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, meskipun mendapatkan banyak insentif para pengusaha UMKM diharapkan tidak terlena dengan berbagai insentif yang diberikan pemerintah.

“Kami tetap ingin mendorong kepada seluruh pengusaha UMKM kita, semangat untuk menuju kemandirian itu juga harus dimiliki oleh seluruh pengusaha-pengusaha UMKM,” ucap Maman di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (16/12/2024).

ADVERTISEMENT

Mengutip data Kementerian Keuangan, proyeksi Insentif PPN (dibebaskan) pada tahun 2025 sebesar Rp 265,6 triliun. Insentif PPN sebesar Rp 265,6 triliun terbagi dalam 8 jenis.

Pertama, insentif PPN dibebaskan untuk bahan makanan sebesar Rp 77,1 triliun. Kedua, insentif untuk mendukung UMKM sebesar Rp 61,2 triliun. Ketiga, PPN dibebaskan untuk sektor transportasi sebesar Rp 34,4 triliun.

Keempat, PPN dibebaskan atas jasa pendidikan dan kesehatan sebesar Rp 30,8 triliun. Kelima, PPN dibebaskan atas jasa keuangan dan asuransi sebesar Rp 27,9 triliun, Keenam, insentif PPN untuk sektor otomotif dan properti sebesar Rp 15,7 triliun. Ketujuh, PPN dibebaskan atas listrik dan air sebesar Rp 14,1 triliun. Terakhir, insentif PPN lain-lain sebesar Rp 4,4 triliun.

Maman mengatakan, untuk pembebasan PPN terhadap barang kebutuhan pokok seperti beras, jagung, gula, dan lain sebagainya, hingga pembebasan PPN untuk barang hasil perikanan dan kelautan dinikmati oleh UMKM yang bergerak di bidang tersebut.

“Salah satu pihak yang mendapatkan insentif adalah UMKM, karena UMKM kan sebagian besar kan juga mereka ada yang menjadi pedagang kuliner, pedagang makanan, mereka mendapatkan insentif,” ujar Maman.

UMKM juga akan mendapat dukungan atas insentif diskon listrik sebesar 50% selama dua bulan di tahun 2025 yang diberikan oleh PLN untuk daya 450-2200 VA. Menteri Maman bilang, sebagian besar UMKM juga masih menggunakan listrik dengan daya rendah. Berbagai insentif tersebut merupakan bentuk aksi afirmasi dari pemerintah untuk mengamankan sektor UMKM.

“Semua ini tujuannya dalam rangka mendorong tumbuh kembangnya UMKM kita, karena sadar sekali untuk menuju pertumbuhan ekonomi 8%, UMKM menjadi salah satu sektor yang bisa menopang pertumbuhan tersebut,” pungkas Maman.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia