Jumat, 15 Mei 2026

Mahasiswa hingga K-Popers Unjuk Rasa di Depan Istana, Tolak PPN 12%

Penulis : Zhulfakar
19 Des 2024 | 17:15 WIB
BAGIKAN
Gabungan mahasiswa hingga K-popers berunjuk rasa di depan Istana Negara, menolak PPN 12%, Kamis (19/12/2024)
Gabungan mahasiswa hingga K-popers berunjuk rasa di depan Istana Negara, menolak PPN 12%, Kamis (19/12/2024)

JAKARTA, investor.id - Gabungan mahasiswa hingga K-popers berunjuk rasa menolak kenaikan PPN menjadi 12%. Unjuk rasa tersebut dilakukan di depan Istana Negara, Kamis (19/12/2024) memprotes kebijakan pemerintah menerapkan PPN 12% mulai 1 Januari 2025.

Diketahui, demo tolak kenaikan PPN menjadi 12% ini semula berasal dari ajakan di media sosial yang terdiri dari kalangan mahasiswa, akademisi, pencinta anime Jepang (Wibu) hingga penggemar Kpop atau budaya Korea (K-popers). 

"Jatah cuti masih banyak? Yuk kita pakai turun ke jalan buat pesta rakyat bareng tolak kenaikan pajak," tulis seruan melalui media sosial, Kamis.

ADVERTISEMENT

"Mari mahasiswa, buruh, akademisi, pedagang, pengusaha, Techbro/Sis, Wibu, K-popers, ibu-ibu, kumpul bernyanyi bersama di depan istana Kamis (19/12/2024) Tolak PPN 12 persen," tulis ajakan aksi.

Selain rencana aksi yang akan digelar hari ini, ramai juga penolakan PPN 12% melalui petisi. Beredar ajakan untuk menandatangani petisi menolak PPN 12%.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah resmi telah mengumumkan akan menerapkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12% mulai 1 Januari 2025 sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). 

Hal ini dijelaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Paket Stimulus Ekonomi untuk Kesejahteraan di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/12/2024).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan bahwa tarif PPN 12% akan diterapkan pada barang dan jasa yang dikategorikan premium atau mewah.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia