Erick Thohir Gencarkan Merger BUMN, Begini Nasib Karyawan
DEPOK, investor.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Erick Thohir gencar melaksanakan merger dan integrasi antar-BUMN. Nasib karyawan pun menjadi sorotan, sebagai imbas dari aksi korporasi tersebut.
Diketahui, Kementerian BUMN dalam beberapa waktu belakangan cukup gencar melakukan merger atau pun integrasi antar perusahaan-perusahaan pelat merah yang memiliki kesamaan bisnis.
Kementerian BUMN saat ini berencana untuk melakukan merger dan integrasi untuk BUMN Karya meliputi Hutama Karya (HK), Waskita Karya (WSKT),PT PP, Wijaya Karya (WIKA), Brantas Abipraya, Adhi Karya (ADHI), dan Nindya Karya. Selain itu, merger dan integrasi juga dilakukan di sektor BUMN Pelabuhan dan Angkutan Transportasi Laut yang melibatkan Pelindo, Pelni, dan ASDP.
Di sisi lain, KAI dan INKA juga masuk dalam radar merger oleh Kementerian BUMN. Baru-baru ini, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan akan ada konsolidasi 47 BUMN menjadi 30 BUMN.
Baca Juga:
Kabar dari Tiko soal Merger BUMN KaryaSementara itu, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, tujuan utama merger hingga pembentukan ekosistem perusahaan yang memiliki lingkup atau sektor yang sama, disebut akan memperbesar kapasitas dan kapitalisasi pasar. Dengan demikian, BUMN dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Dia memastikan, efisiensi karyawan BUMN tak terjadi di beberapa aksi merger. Seperti penggabungan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, IV, hingga merger perbankan syariah BUMN seperti BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan BRI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia atau BSI. Bahkan, merger PT Angkasa Pura I dan II, yang kini menjadi Angkasa Pura Indonesia juga tak mengakibatkan adanya efisiensi karyawan.
“Enggak (efisiensi), kalau pegawai enggak. Karena selama pengalaman kita selama ini Pelindo, Angkasa Pura kan gak ada efisiensi pegawai. Jadi tujuan kita pertama scaling up, kan,” beber pria yang akrab disapa Tiko saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (27/12/2024).
Dia menyatakan, aksi korporasi seperti merger atau integrasi layaknya yang dilakukan Angkasa Pura (AP) misalnya, telah terlihat hasil positif seperti di Bandara Soekarno Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Berkaca dari hasil itu, langkah merger dan integrasi mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi yang besar dari suatu BUMN.
Tiko bilang, merger AP I dan AP II kini telah menjadikan Angkasa Pura Indonesia sebagai perusahaan pengelola bandar udara (bandara) terbesar ke-5 di dunia. Di samping itu, aksi korporasi berupa merger tak akan memberikan dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di lingkup korporasi pelat merah.
“Jadi scale-nya semakin besar sehingga kemampuan berkompetisi secara global semakin baik. Tapi enggak akan ada pengurangan pegawai, sama sekali gak ada,” tandas Tiko.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Tag Terpopuler
Terpopuler

