Minggu, 5 April 2026

Asumsi Ekonomi Makro 2026 dari Sri Mulyani

Penulis : Prisma Ardianto
1 Jul 2025 | 21:02 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) usai konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) usai konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan asumsi ekonomi ekonomi makro tahun 2026, berikut postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.

“KEM-PPKF menargetkan (pertumbuhan ekonomi) untuk tahun 2026 gross antara 5,2–5,8%,” beber Sri Mulyani dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Badan Anggaran DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, maka konsumsi rumah tangga harus dikerek naik antara 5–5,5% pada 2026. Sedangkan ekspor harus tetap terjaga stabil dengan pertumbuhan antara 6,5–6,8%. Begitu pula investasi mesti didorong meningkat 5–5,9%.

ADVERTISEMENT

“Pada kuartal I-2025 investasi kita hanya tumbuh 2,1%, selama 4 tahun terakhir investasi kita tumbuh di antara 3–4%. Jadi kalau kita mau tumbuh di atas 5,2–5,8%, investasi harus tumbuh mendekati 6%,” ujar Sri Mulyani.

Dari sisi produksi sektoral, pertumbuhan sektor pertanian diharapkan di rentang 5,9–6,5%. Menurut Menkeu, pertumbuhan ini dapat dijaga dengan intensifikasi lahan pertanian dan berbagai program lain dalam rangka ketahanan pangan.

Lalu sektor manufaktur harus bisa tumbuh 4,7–5,3%. Sri Mulyani yakin Indonesia dapat mencapai itu di tengah upaya hilirisasi, meskipun manufaktur padat karya dirasa masih perlu perhatian ekstra.

Dia pun berharap sektor sektor perdagangan bisa terjaga stabil dengan pertumbuhan 5,1–5,7%. Sedangkan sektor konstruksi dapat tumbuh 5,2–5,4%, terutama apabila program perumahan bisa berjalan secara masif.

Asumsi Ekonomi Makro 2026 dari Sri Mulyani
Distribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025. (Ilustrasi: Investor Daily)

Sri Mulyani menyatakan, APBN tentu akan terus dikelola dengan baik dari sisi pendapatan belanja maupun pembiayaan. Ia menyadari bahwa sisi penerimaan negara pada tahun 2025 cukup berat karena shock yang terjadi. Tetapi pemerintah akan terus memperkuat pembangunan Coretax dan Simbara untuk dapat memacu penerimaan negara.

Dari sisi risiko, dia menyinggung ekonomi digital dan perpajakan global mesti diantisipasi. Kedua hal itu dianggap dapat menjadi memunculkan risiko berupa pengemplangan pajak (tax evasion). Penerimaan negara juga akan dioptimalkan melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan barang milik negara. Sedangkan insentif fiskal akan terus digulirkan secara terukur dan searah.

Asumsi Makro & Postur Fiskal 2026

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 59 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia