Asumsi Ekonomi Makro 2026 dari Sri Mulyani
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan asumsi ekonomi ekonomi makro tahun 2026, berikut postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.
“KEM-PPKF menargetkan (pertumbuhan ekonomi) untuk tahun 2026 gross antara 5,2–5,8%,” beber Sri Mulyani dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Badan Anggaran DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, maka konsumsi rumah tangga harus dikerek naik antara 5–5,5% pada 2026. Sedangkan ekspor harus tetap terjaga stabil dengan pertumbuhan antara 6,5–6,8%. Begitu pula investasi mesti didorong meningkat 5–5,9%.
“Pada kuartal I-2025 investasi kita hanya tumbuh 2,1%, selama 4 tahun terakhir investasi kita tumbuh di antara 3–4%. Jadi kalau kita mau tumbuh di atas 5,2–5,8%, investasi harus tumbuh mendekati 6%,” ujar Sri Mulyani.
Dari sisi produksi sektoral, pertumbuhan sektor pertanian diharapkan di rentang 5,9–6,5%. Menurut Menkeu, pertumbuhan ini dapat dijaga dengan intensifikasi lahan pertanian dan berbagai program lain dalam rangka ketahanan pangan.
Lalu sektor manufaktur harus bisa tumbuh 4,7–5,3%. Sri Mulyani yakin Indonesia dapat mencapai itu di tengah upaya hilirisasi, meskipun manufaktur padat karya dirasa masih perlu perhatian ekstra.
Dia pun berharap sektor sektor perdagangan bisa terjaga stabil dengan pertumbuhan 5,1–5,7%. Sedangkan sektor konstruksi dapat tumbuh 5,2–5,4%, terutama apabila program perumahan bisa berjalan secara masif.
Sri Mulyani menyatakan, APBN tentu akan terus dikelola dengan baik dari sisi pendapatan belanja maupun pembiayaan. Ia menyadari bahwa sisi penerimaan negara pada tahun 2025 cukup berat karena shock yang terjadi. Tetapi pemerintah akan terus memperkuat pembangunan Coretax dan Simbara untuk dapat memacu penerimaan negara.
Dari sisi risiko, dia menyinggung ekonomi digital dan perpajakan global mesti diantisipasi. Kedua hal itu dianggap dapat menjadi memunculkan risiko berupa pengemplangan pajak (tax evasion). Penerimaan negara juga akan dioptimalkan melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan barang milik negara. Sedangkan insentif fiskal akan terus digulirkan secara terukur dan searah.
Asumsi Makro & Postur Fiskal 2026
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






