Sabtu, 4 April 2026

BI: Momentum Imlek Hingga Lebaran Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Awal 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Feb 2026 | 17:16 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2026 yang berlangsung secara virtual pada Kamis (19/2/2026). (Foto: Istimewa)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2026 yang berlangsung secara virtual pada Kamis (19/2/2026). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mengaku optimis bahwa momentum Imlek hingga Lebaran akan menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026. Libur hari besar keagamaan nasional akan memacu konsumsi rumah tangga sehingga memberikan efek domino ke pertumbuhan ekonomi.

“Kami melihat bahwa pertumbuhan ekonomi indonesia triwulan I 2026 masih akan tetap tinggi, Tentu saja mobilitas populasi Indonesia sangat tinggi karena HKBN(Hari Besar Keagamaan Nasional) itu berada di triwulan I-2026. Dan ini akan mendorong peningkatan konsumsi,” ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Februari 2026 yang berlangsung secara virtual pada Kamis (19/2/2026).

Gubernur Perry menyoroti, Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 adalah Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 Hijriyah. Lebih lanjut, otoritas moneter memberikan stimulus ekonomi melalui kebijakan suku bunga acuan hingga ekspansi likuiditas. Pada saat yang sama pemerintah juga menjalankan program stimulus ekonomi.

Advertisement

Selain itu, program unggulan pemerintah seperti makan bergizi gratis (MBG) hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menggerakan perekonomian secara menyeluruh. Perekonomian nasional juga akan disokong oleh hilirisasi, program terkait sektor riil, dan kinerja Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Jadi dukungan pertumbuhan ekonomi akan tetap tinggi pada triwulan I-2026 ini dan tentu saja itu kami perkirakan itu juga akan tetap tinggi dan juga akan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi ke depan,” terang Perry.

Sinergi dengan otoritas fiskal juga dilakukan untuk menjaga likuiditas di pasar keuangan dan perbankan. Otoritas moneter dan fiskal bekerja sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi terutama dalam menggerakan kinerja sektor riil.

“Bagaimana agar bersama-sama mendorong sektor riil baik melalui stimulus fiskal maupun dari kami dari berbagai insentif likuiditas maupun dari dukungan likuiditas. Dan juga sama-sama juga bagaimana menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tuturnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 6 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 17 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 47 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 58 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia