Minggu, 21 Juni 2026

BGN Optimistis Serapan Anggaran MBG Capai Rp 20 T per Bulan Mulai November

Penulis : Erfan Ma’ruf
18 Sep 2025 | 15:07 WIB
BAGIKAN
Badan Gizi Nasional (BGN). (Foto: BGN)
Badan Gizi Nasional (BGN). (Foto: BGN)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut lambatnya penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun disebabkan oleh respons pesimistis dari berbagai pihak. Namun, kini program tersebut semakin berkembang dan diharapkan mampu menyerap Rp 20 triliun per bulan, mulai November 2025.

Dadan menjelaskan, mesin penyerapan anggaran di BGN berasal dari jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Awalnya, pada Januari 2025, hanya ada 190 SPPG yang beroperasi dengan serapan anggaran hanya Rp 190 miliar.

“Kenapa lambat di awal? Karena banyak orang yang tidak yakin program ini akan jalan. Januari itu hanya ada 190 SPPG, penyerapannya Rp190 miliar,” kata Dadan di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Seiring waktu, jumlah SPPG terus bertambah. Hingga kini, sudah ada 8.344 unit yang menyerap sekitar Rp 8,3 triliun per bulan. BGN menargetkan jumlah ini akan meningkat menjadi 20.000 SPPG pada Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

“Sehingga di November itu sudah Rp 20 triliun sendiri. Mekanismenya begitu, serapan besar terjadi di ujung karena jumlah SPPG bertambah,” jelasnya.

BGN Optimistis Serapan Anggaran MBG Capai Rp 20 T per Bulan Mulai November
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (18/9/2025). (B-Universe Photo/Erfan Maruf)

Ia menambahkan, BGN selalu berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait perkembangan program MBG. Selama ini komunikasi dilakukan dengan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani, serta para wakil menteri. BGN sebelumnya melaporkan realisasi anggaran program MBG baru mencapai Rp 13,2 triliun per 8 September 2025, setara dengan 18,6% dari total pagu Rp 71 triliun pada tahun ini.

Lambatnya serapan anggaran MBG ini sempat mendapatkan sorotan tajam dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pada Rabu (10/9/2025), Purbaya mengaku akan memastikan belanja pemerintah yang lambat berjalan lebih baik. Ia juga mengkritik laporan monitoring yang selama ini ia terima.

“Ada yang komplain, MBG penyerapannya rendah... Saya tanya sama teman-teman keuangan, bagaimana monitoring-nya? Dia bilang bagus-bagus saja, tapi ternyata enggak, jelek,” ujar Purbaya.

Oleh karena itu, Purbaya berencana meningkatkan transparansi dan pengawasan dengan mendorong Kepala BGN untuk memberikan paparan publik secara berkala.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 30 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia