Minggu, 21 Juni 2026

Prospek Ekonomi Global Diselimuti Awan Gelap

Penulis : Natasha Khairunisa
9 Jan 2026 | 11:41 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi ekonomi global. (Foto: ANTARA/ Anadolu/py)
Ilustrasi ekonomi global. (Foto: ANTARA/ Anadolu/py)

JAKARTA, investor.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan mencatat kinerja yang lesu di 2026.

Dikutip dari US News, Jumat (9/1/2026) PBB memproyeksi ekonomi global akan terkontraksi menjadi 2,7% di 2026 dari 2,8% pada 2025 lalu, sebelum pulih dengan pertumbuhan 2,9% pada tahun 2027.

Proyeksi tersebut lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan yang tercatat pada periode pra-pandemi sebesar 3,2% antara tahun 2010 dan 2019.

ADVERTISEMENT

Laporan PBB mencatat, peningkatan tajam tarif perdagangan oleh AS di 2025 menciptakan ketegangan perdagangan baru. Namun rendahnya eskalasi telah membantu membatasi gangguan terhadap perdagangan internasional.

"Terlepas dari guncangan tarif, aktivitas ekonomi global terbukti tangguh, didukung oleh pengiriman yang dilakukan lebih awal, akumulasi persediaan, dan pengeluaran konsumen yang solid di tengah pelonggaran moneter dan pasar tenaga kerja yang secara luas stabil," tulis laporan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB.

"Dukungan kebijakan makroekonomi yang berkelanjutan diharapkan dapat meredam dampak kenaikan tarif, tetapi pertumbuhan perdagangan dan aktivitas secara keseluruhan kemungkinan akan melambat dalam jangka pendek," ungkap PBB.

Namun, PBB memproyeksi pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat akan sedikit meningkat menjadi 2,0% di 2026 dan 2,2% pada 2027 mendatang, setelah sempat melambat di angka 1,9% pada 2025. Proyeksi ini didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter AS yang ekspansif. 

Sementara itu, PBB memproyeksi perekonomian China akan melambat dengan pertumbuhan 4,6% pada di 2026 dan 4,5% pada tahun 2027 mendatang, turun dari perkiraan pertumbuhan 4,9% di 2025.

Adapun ekonomi kawasan Eropa yang diperkirakan tumbuh sebesar 1,3%di 2026 dan 1,6% pada 2027 mendatang,  dibandingkan dengan 1,5% di 2025.

Laporan PBB juga menyebutkan pertumbuhan ekonimi di Asia Selatan diperkirakan akan melambat menjadi 5,6% di2026, dari 5,9% pada 2025.

"Di India, pertumbuhan diperkirakan mencapai 7,4% untuk tahun 2025 dan diproyeksikan sebesar 6,6% untuk tahun 2026 dan 6,7% untuk tahun 2027, didukung oleh konsumsi yang tangguh dan investasi publik yang kuat, yang sebagian besar akan mengimbangi dampak buruk dari kenaikan tarif AS," kata PBB.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 59 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia