Mari Elka: Kunci Ekonomi 8% Ada di Investasi Swasta
JAKARTA, investor.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan bahwa keterlibatan masif sektor swasta menjadi syarat mutlak untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Pemerintah diingatkan agar tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran.
Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menyatakan bahwa kunci utama untuk menembus target tersebut adalah peningkatan investasi swasta yang berfokus pada produktivitas.
“Kuncinya adalah meningkatkan investasi sektor swasta. Namun, yang penting bukan hanya jumlah investasinya, tetapi bagaimana investasi tersebut meningkatkan produktivitas,” ujar Mari Elka dalam forum Indonesia Economic Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga:
“Obat Mujarab” Agar Ekonomi Tumbuh 6%Mari Elka menyoroti tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5% selama 25 tahun terakhir. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh ketergantungan yang terlalu besar terhadap komoditas sumber daya alam mentah yang minim nilai tambah. Kondisi ini membuat ekonomi nasional rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.
“Kita tidak mampu menembus lebih tinggi karena bergantung pada sektor bernilai tambah rendah dan peningkatan produktivitas yang terbatas, sebagian karena kita adalah negara yang beruntung dengan sumber daya alam yang melimpah,” jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.
Untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap), DEN mendorong pemerintah untuk beralih ke mesin pertumbuhan baru, seperti transisi energi, pembangunan infrastruktur strategis, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan ekonomi digital. Selain itu, sektor ekonomi hijau juga dinilai memiliki potensi besar untuk menarik investasi berkualitas yang berkelanjutan.
Mari Elka menekankan bahwa investasi masa depan harus mampu menjawab persoalan distribusi ekonomi yang adil dan menciptakan pekerjaan yang layak bagi masyarakat.
“Inilah peluang dan kemungkinan yang seharusnya bisa kita capai. Dan inilah yang kita harapkan menjadi fokus pemerintah, bukan hanya pertumbuhan 8%, tetapi pertumbuhan yang hijau, tangguh, dan inklusif. Jika tidak, akan muncul penolakan dan resistensi,” tegasnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






