Minggu, 21 Juni 2026

Purbaya: Dampak Lonjakan Harga Minyak Dievaluasi dalam Sebulan ke Depan

Penulis : Arnoldus Kristianus
9 Mar 2026 | 18:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta. (Dok. Kementerian Keuangan)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta. (Dok. Kementerian Keuangan)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah terus memantau dampak eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap stabilitas fiskal dalam negeri, terutama terkait lonjakan harga minyak dunia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan melakukan evaluasi mendalam selama satu bulan ke depan untuk menentukan langkah penyesuaian (adjustment) anggaran yang diperlukan.

Purbaya menegaskan, hingga saat ini pemerintah belum berencana mengubah alokasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, evaluasi lebih lanjut akan dilakukan jika konflik geopolitik tersebut berlangsung berkepanjangan dan mulai menekan keuangan negara.

”Saya akan evaluasi selama satu bulan ke depan apa yang terjadi dan kami akan lakukan adjustment seperlunya. Namun yang jelas kami cukup pintar, adjustment yang dilakukan tidak akan mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya saat meninjau Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Purbaya, kondisi perekonomian nasional saat ini masih berada dalam tahap ekspansi. Ia menilai kenaikan harga minyak global belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi domestik.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah Brent terpantau melonjak lebih dari 15% hingga menembus level di atas US$ 100 per barel pada Senin (9/3). Penguatan harga ini dipicu oleh pemangkasan produksi di Timur Tengah menyusul gangguan logistik di Selat Hormuz.

“Saya belum lihat ada gangguan dari aktivitas ekonomi dalam negeri gara-gara harga yang naik tinggi. Jadi teman-teman yang lain jangan cepat-cepat memastikan atau menyimpulkan harga akan US$ 100, bahkan ada yang bilang menuju US$ 150, dan kita anggarannya akan tidak kuat. Kita akan assessment terus dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Pemerintah berkomitmen menggunakan APBN sebagai peredam guncangan (shock absorber) untuk melindungi ekonomi nasional dari tekanan global. Selain memantau harga, kajian berkala terhadap ketersediaan stok minyak di dalam negeri juga terus dilakukan. Purbaya memastikan stok minyak nasional saat ini masih berada dalam batas wajar dan mencukupi untuk kebutuhan rutin.

“Setiap saat kami menyetok untuk sekian puluh hari, kalau tidak salah 15 hari lebih ya. Ini kan stoknya 20 hari berarti berlebih bukan habis. Nanti kalau itu bisa beli lagi. Itu stok yang normal, bukan darurat,” pungkas Purbaya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia