Minggu, 21 Juni 2026

Celios: Harga Minyak di Atas US$ 100 akan Bebani APBN Rp 309 Triliun

Penulis : Akmalal Hamdhi
9 Mar 2026 | 19:14 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi APBN. (Dok. Investor Daily)
Ilustrasi APBN. (Dok. Investor Daily)

JAKARTA, investor.id – Lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik antara Iran dan AS-Israel mengancam stabilitas fiskal Indonesia. Center of Economic and Law Studies (Celios) memproyeksikan, jika harga minyak bertahan di atas level US$ 100 per barel, beban belanja pemerintah terutama untuk subsidi energi berpotensi membengkak hingga Rp 309 triliun.

Direktur Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, menjelaskan bahwa tekanan tersebut akan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 secara signifikan. Menurutnya, tambahan defisit bisa mencapai Rp 204 triliun.

“APBN kalau minyak bertahan di atas US$ 100 per barel maka tambahan beban belanja pemerintah termasuk subsidi sebesar Rp 309 triliun. Sementara defisitnya melebar jadi Rp 204 triliun,” ujar Bhima saat dihubungi, Senin (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pelebaran nilai defisit sebesar Rp 204 triliun tersebut diprediksi membuat total defisit APBN hingga akhir 2026 menyentuh angka Rp 866 triliun. Angka ini setara dengan 3,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), melampaui ambang batas aman yang biasanya dipatok di level 3%.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah Brent terpantau melonjak lebih dari 15% hingga menembus level di atas US$ 100 per barel pada Senin (9/3). Penguatan harga ini dipicu oleh pemangkasan produksi di Timur Tengah menyusul gangguan logistik di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Bhima menilai, keuntungan tak terduga (windfall) dari kenaikan harga komoditas ekspor lainnya tidak akan cukup untuk menambal lubang belanja tersebut.

Windfall dari penerimaan komoditas belum cukup menambal pelebaran belanja. Defisit tambahan Rp 204 triliun membuat proyeksi defisit APBN bisa melebar ke Rp 866 triliun sampai akhir tahun 2026. Ini setara 3,4% PDB,” jelasnya.

Menyikapi ancaman ini, Celios mendesak pemerintah segera melakukan revisi atau perubahan APBN 2026. Bhima berpendapat asumsi makro yang digunakan saat ini sudah tidak relevan dengan dinamika global terbaru. Ia menyarankan pemerintah melakukan realokasi anggaran besar-besaran dari program non-produktif atau proyek jangka panjang.

Beberapa poin realokasi yang disarankan mencakup anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa (kopdes), hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bhima menilai opsi menaikkan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi harus menjadi pilihan terakhir.

“Hitungan Celios ada Rp 340 triliun dari hasil realokasi MBG, kopdes dan belanja lain yang tidak produktif,” pungkas Bhima.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia