Daya Beli Ramadan Terjaga, Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,7%
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini daya beli masyarakat tetap solid sepanjang Ramadan 2026. Berlandaskan indikator konsumsi domestik yang kuat, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2026 mampu mencapai kisaran 5,6% hingga 5,7%.
“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6% sampai 5,7%,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 yang juga mencakup bulan Ramadan tercatat tumbuh terbatas sebesar 4,87% year on year (yoy). Saat itu, salah satu penyebabnya adalah pelemahan daya beli yang menyeret mesin konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89% yoy.
Berbeda dari tahun lalu, tantangan kali ini datang dari tekanan global akibat eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Purbaya menilai, rentetan gejolak internasional tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap performa ekonomi domestik berkat langkah mitigasi pemerintah.
“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah. Jadi, kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal,” jelas mantan Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut.
Purbaya menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan, termasuk pasca-Idulfitri dengan mempertahankan kekuatan permintaan dalam negeri. Meski ada potensi perlambatan jika konflik global memanas, pemerintah telah menyiapkan sejumlah bantalan kebijakan.
Strategi yang disiapkan antara lain memberikan dukungan pada sektor swasta, menjaga stabilitas harga BBM subsidi dari fluktuasi harga minyak dunia, serta memastikan penyerapan belanja pemerintah berjalan optimal demi menjaga daya beli.
“Walaupun kondisi global dinamis, permintaan domestik kita masih kuat. Kami akan terus menjaga permintaan dalam negeri sebagai motor utama pertumbuhan,” pungkas Menkeu Purbaya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






