Minggu, 21 Juni 2026

IKPI: Peningkatan Kepatuhan Jadi Kunci Optimalisasi Pajak

Penulis : Arnoldus Kristianus
2 Apr 2026 | 17:14 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld. (Sumber: istimewa)
Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menekankan bahwa kunci utama optimalisasi penerimaan negara terletak pada peningkatan kepatuhan wajib pajak. Meski jumlah wajib pajak terdaftar terus tumbuh, tingkat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan dinilai belum sejalan, sehingga menyisakan ruang besar bagi reformasi perpajakan.

Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld, menjelaskan bahwa strategi peningkatan penerimaan harus menyeimbangkan antara intensifikasi dan ekstensifikasi. Penguatan pengawasan perlu dibarengi dengan perluasan basis pajak, termasuk mendorong sektor informal masuk ke dalam sistem perpajakan. Terlebih, Indonesia masih memiliki rasio perpajakan (tax ratio) yang relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain.

“Kondisi ini menjadi sinyal bahwa potensi penerimaan pajak masih dapat ditingkatkan melalui reformasi kebijakan dan administrasi perpajakan,” ujar Vaudy dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Vaudy merinci empat mesin utama penggerak pajak, yakni: basis pajak, kebijakan perpajakan, harga komoditas, dan kebijakan bersifat sekali jalan (one-off). Dia mengatakan basis pajak yang berasal dari aktivitas ekonomi menjadi fondasi utama penerimaan negara. Semakin besar aktivitas ekonomi, baik konsumsi, investasi, maupun produksi, maka semakin besar pula potensi pajak yang dapat dihimpun pemerintah.

Namun demikian, Ia secara khusus menyoroti kebijakan one-off seperti tax amnesty dan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang terbukti efektif memberikan tambahan penerimaan instan atau dalam jangka pendek, sekaligus memperkuat basis data jangka panjang.

“Kebijakan one-off ini berdampak jangka pendek dalam penerimaan namun dapat menambah basis data sehingga diharapkan penerimaan berkelanjutan. Tax amnesty pernah menghasilkan sekitar Rp 130 triliun, sementara PPS lebih dari Rp 61 triliun. Secara basis data ini solusi jangka panjang,” ucap Vaudy.

Selain itu, IKPI menyoroti potensi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagai penopang keberlanjutan penerimaan. Setiap kenaikan tarif PPN sebesar 1% diperkirakan mampu menambah kas negara hingga Rp 70 triliun sampai Rp 80 triliun dalam satu tahun anggaran. Namun, Vaudy menegaskan idealnya pajak digerakkan oleh aktivitas ekonomi murni, bukan sekadar bergantung pada fluktuasi harga komoditas.

“Idealnya penerimaan pajak diutamakan dari aktivitas ekonomi tanpa dipengaruhi komoditas dan kebijakan one-off,” kata dia.

Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Ilmu Kebijakan Pajak Universitas Indonesia, Haula Rosdiana, mengingatkan agar kebijakan pajak dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli, tidak cukup hanya mengandalkan aspek administrasi atau kebijakan jangka pendek. Sebab dari sana, basis pajak akan terbentuk secara alami.

Ia turut menekankan bahwa digitalisasi sistem perpajakan--meskipun penting--bukan merupakan solusi tunggal untuk meningkatkan penerimaan. Sistem administrasi hanyalah salah satu bagian, sementara faktor fundamental tetap terletak pada desain kebijakan dan kondisi ekonomi riil.

“Sering kali ada anggapan bahwa digitalisasi akan otomatis menaikkan tax ratio. Padahal itu tidak cukup. Yang lebih penting adalah memastikan kebijakan pajak tidak justru menekan konsumsi dan produktivitas,” pungkas Haula.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia