Minggu, 21 Juni 2026

Banggar DPR: APBN Masih Tangguh, Kenaikan Harga BBM Belum Perlu

Penulis : Akmalal Hamdhi
12 Apr 2026 | 15:40 WIB
BAGIKAN
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU kawasan Jakarta Timur, belum lama ini. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU kawasan Jakarta Timur, belum lama ini. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto, menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menilai pemerintah belum mendesak untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meskipun terdapat tekanan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Wihadi sebagai respons atas usulan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, yang mendorong kenaikan harga BBM guna menekan beban subsidi dan defisit APBN.

Menurut Wihadi, APBN tidak dapat dilihat hanya dari sisi penerimaan dan belanja, tetapi juga sebagai instrumen stabilisasi yang berfungsi sebagai shock absorber untuk meredam gejolak eksternal agar tidak langsung berdampak pada masyarakat.

ADVERTISEMENT

“APBN sangat mampu bekerja sebagai shock absorber untuk menahan tekanan global, khususnya dari sektor energi, agar tidak langsung membebani masyarakat,” ujar Wihadi dalam keterangan resmi, Minggu (12/4/2026).

Ia juga bilang, fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga. Hal ini tercermin dari inflasi yang terkendali di level 3,48% pada Maret 2026, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 sebesar 5,39%, serta PMI manufaktur yang berada di zona ekspansif.

Selain itu, kondisi APBN masih berada dalam koridor yang sehat, dengan defisit yang terkendali dan rasio utang pada level aman. Kinerja pendapatan negara hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp 574,9 triliun atau tumbuh 10,5% secara tahunan (year on year/yoy). Menurutnya, capaian tersebut memberikan ruang fleksibilitas bagi pemerintah untuk menambah anggaran subsidi BBM di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Banggar DPR: APBN Masih Tangguh, Kenaikan Harga BBM Belum Perlu
Perkembangan volume BBM bersubsidi. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Dengan kinerja tersebut, APBN memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian anggaran prioritas melalui refocusing, sehingga defisit tetap terjaga di bawah 3% meskipun menghadapi tekanan global,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wihadi mengungkapkan bahwa DPR telah menerima penjelasan pemerintah terkait langkah penajaman (refocusing) anggaran melalui efisiensi belanja non-prioritas untuk memperkuat subsidi energi. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari efek domino terhadap perekonomian.

Di sisi lain, dia turut mengingatkan bahwa kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi, menekan daya beli masyarakat, serta meningkatkan biaya dana (cost of fund/CoF), yang pada akhirnya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. Efek berantai ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi yang saat ini tengah berada pada momentum positif.

Banggar DPR: APBN Masih Tangguh, Kenaikan Harga BBM Belum Perlu
Perkembangan subsidi BBM. (Ilustrasi: Investor Daily)

Oleh karena itu, Wihadi memandang kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga energi merupakan langkah strategis untuk melindungi masyarakat dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini bukan semata-mata mencegah kenaikan harga BBM, tetapi juga bukti kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat dari dampak krisis global.

Wihadi pun mengimbau semua pihak, termasuk Jusuf Kalla, untuk memberikan kepercayaan kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut. "APBN masih berjalan dengan baik, dan keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM justru dapat menjaga daya beli serta potensi penerimaan negara,” jelas politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 30 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia