Lantik 5 Pejabat Eselon II, Purbaya: Jabatan Bukan Fasilitas, Tapi Amanah
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima pejabat Eselon II baru di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (21/4/2026). Dalam arahannya, Menkeu menekankan tiga poin krusial: menjaga integritas, memperkuat disiplin fiskal, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa jabatan di Kemenkeu adalah sebuah amanah besar yang ujian sesungguhnya datang saat kondisi ekonomi sedang tidak normal. Para pejabat baru diharapkan mampu memegang kepercayaan negara dengan tanggung jawab penuh.
“Jabatan itu bukan fasilitas, itu amanah. Dengan amanah ini kita diuji bukan saat kondisi normal, tapi saat tekanan datang,” tegas Purbaya dalam acara pelantikan di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat.
Purbaya menginstruksikan jajarannya untuk tetap menjaga disiplin fiskal secara ketat. Menurutnya, angka defisit bukan sekadar target administratif, melainkan sinyal kredibilitas pemerintah di mata pelaku ekonomi dunia. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit anggaran di bawah ambang batas 3% dari produk domestik bruto (PDB).
“Satu, disiplin fiskal. Angka defisit itu bukan sekadar target, itu sinyal ekonomi dunia, kita serius atau tidak. Kita tidak akan pernah menembus 3%,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya tata kelola kas (cash management) negara yang rapi agar operasional pemerintahan dan belanja negara tetap berjalan tanpa hambatan. “Yang kedua, kita harus melakukan cash management dengan rapi. Negara ini hidup dari aliran cash,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menyinggung kualitas kerja pejabat Kemenkeu yang akan berdampak langsung pada kepercayaan investor. Jika kondisi fiskal terjaga, maka investor akan percaya dan menarik modal masuk, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa bergerak lebih cepat.
“Jaga fiskal, dorong pertumbuhan, dan pastikan negara ini tetap stabil. Anda jaga fiskal, investor percaya. Investor percaya, modal masuk. Ekonomi akan tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Terkait integritas, Menkeu memberikan peringatan bahwa tidak ada ruang abu-abu di Kemenkeu. Ia mewanti-wanti para pimpinan untuk menjadi teladan bagi bawahan agar tidak terjadi masalah sistemik di masa depan.
“Di Kemenkeu itu tidak ada ruang abu-abu. Benar ya benar, salah ya salah. Kalau Anda mulai kompromi sedikit, efeknya bisa merantai. Hari ini kecil, besok jadi sistem. Kalau Anda jalan lurus, organisasi akan ikut lurus. Jadi ke depan Anda harus mencontohkan ke anak buahnya. Kalau bosnya mencong, anak buahnya disuruh lurus ya enggak bisa” kata Purbaya.
Adapun lima pejabat baru yang dilantik adalah:
- Rofii Edy Purnomo sebagai Kepala Biro Advokasi di Sekretariat Jenderal Kemenkeu
- Ihda Muktiyanto sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kemenkeu
- Ferry Ardiyanto sebagai Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi pada Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu
- Sugeng Apriyanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Timur dan Utara
- Suska sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan dan Pembiayaan lainnya pada Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Kemenkeu
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






