Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp 498,79 Triliun, Lampaui Target
JAKARTA, investor.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, melaporkan realisasi investasi kuartal I-2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (21/4/2026). Capaian investasi pada awal tahun ini tercatat sebesar Rp 498,79 triliun, atau setara 100,36% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 497 triliun.
Secara tahunan (year on year/yoy), angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,22%. Rosan menjelaskan bahwa komposisi investasi pada triwulan pertama ini relatif seimbang antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
“Di kuartal pertama saya melaporkan bahwa alhamdulillah tercapai pencapaian Rp 498,79 triliun atau 100,36% dari target Rp 497 triliun,” ujar Rosan usai menghadap Presiden.
Dari sisi sebaran, investasi di luar Pulau Jawa tercatat sedikit lebih tinggi yakni sebesar 50,37%, sementara Pulau Jawa berkontribusi sebesar 49,63% atau senilai Rp 247,53 triliun. Sementara lima provinsi dengan realisasi terbesar meliputi Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Sektor industri logam dasar, termasuk proyek smelter, menjadi kontributor utama investasi dengan nilai tertinggi. Disusul oleh sektor jasa lainnya (Rp 60,2 triliun), pertambangan (Rp 51,9 triliun), perumahan dan kawasan industri (Rp 47,9 triliun), serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp 45,4 triliun).
Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), total nilai yang masuk mencapai Rp 249,94 triliun. Singapura masih menjadi negara asal investor terbesar dengan nilai US$ 4,6 miliar, disusul Hong Kong (US$ 2,7 miliar), China (US$ 2,2 miliar), Amerika Serikat (US$ 1,7 miliar), dan Jepang (US$ 1 miliar). Akumulasi investasi dari kelima negara tersebut mencakup sekitar 29% dari total realisasi nasional.
Capaian solid ini berdampak signifikan pada sektor ketenagakerjaan. Tercatat, sebanyak 706.569 tenaga kerja baru terserap, atau meningkat 18,93% yoy.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar investasi tidak hanya dikejar secara kuantitas, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Kepala Negara juga menekankan pentingnya memperbaiki iklim investasi dan melakukan deregulasi untuk menghilangkan hambatan yang memperlambat proses investasi.
“Jadi tingkatkan terus, tadi Bapak Presiden sampaikan, iklim investasi yang ada di Indonesia. Kita lihat benchmarking-nya dengan negara-negara Asean, dengan peraturan-peraturan OECD dan yang lain-lainnya,” pungkas Rosan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






