Raih Kredit Rp 113 Miliar, Transcoal Pacific Fokus Tambah Armada
JAKARTA, investor.id - PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) baru-baru ini memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp 113 miliar. Dana hasil pinjaman ini akan digunakan sebagai alat-alat pendukung operasional perseroan.
Direktur Transcoal Pacific Amril menjelaskan, pada tanggal 19 Maret 2021 lalu, perseroan telah menandatangani surat penawaran pemberian kredit yang diperoleh dari salah satu bank milik negara (BUMN). Jangka waktu fasilitas ini adalah 60 bulan terhitung sejak pencairan fasilitas kredit.
“Fasilitas kredit ini, merupakan kredit investasi untuk pembelian atau pembiayaan kapal yaitu 2 unit Deck Pusher Barges, lalu dua unit pusher tug boat. Adapun kapal-kapal tersebut juga akan ikut serta sebagai jaminan atas fasilitas ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/3).
Adanya fasilitas kredit ini, Amril mengharapkan dapat berdampak positif bagi kegiatan operasional perseroan, karena perusahaan mempunyai modal yang cukup untuk pembelian armada ataupun membiayai operasional.
Sebelumnya, pada akhir tahun 2019 lalu, Transcoal Pacific berhasil memperoleh perpanjangan kontrak pengangkutan batubara senilai Rp 138,8 miliar untuk pertambangan yang berlokasi di Kalimantan Timur.
Direktur Utama Transcoal Pacific Dirc Richard mengatakan, dalam kontrak tersebut dijelaskan bahwa perseroan memperoleh perpanjangan Provision of Transshipment dengan periode kontrak selama 13 bulan yakni Desember 2021 mendatang.
“Kontrak ini diperoleh dari salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Kalimantan TImur. Perolehan kontrak ini berdampak positif terhadap kegiatan operasional perseroan,” jelasnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Richard mengatakan, kedepannya perseroan berupaya untuk terus mencari kontrak baru baik dari lini bisnis utama yakni batubara maupun angkutan logistik di luar itu seperti nikel, bahan bakar dan komoditas lainya. Langkah ini dilakukan perseroan agar dapat meminimalkan dampak pandemi yang terjadi pada perseroan.
Demi memuluskan rencana tersebut perseroan berniat membeli sejumlah alat berat dan kapal, seperti satu unit Floating Crane, empat unit Pusher Barge, dan tiga set kapal Tug dan Barge 2021. “Dengan demikian daya angkut tahun depan diharapkan tumbuh menjadi 58,2 juta Metric ton (MT). Kargo tersebut berasal dari existing customer dan 1 juta MT dari potential customer,” ujarnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

