PP Presisi (PPRE) Siap Garap Infrastruktur Senilai Rp 1,5 Triliun
JAKARTA, investor.id - Entitas anak usaha PT PP Presisi Tbk (PPRE) yakni PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) menyatakan kesiapannya untuk membangun jalan angkutan khusus dengan nilai investasi mencapai Rp 1,5 triliun.
Direktur Operasi LMA Rizki Dianugrah menyatakan, siap membantu Pemprov Jambi untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas transportasi batubara yang selama ini masih bercampur dengan lalu lintas transportasi logistik ekonomi serta lalu lintas kegiatan kemasyarakatan.
Jalan angkutan khusus itu nantinya memiliki panjang lebih kurang 140 km dengan ROW 30 meter, akan membentang dari Kabupaten Sarolangun hingga ke pelabuhan khusus di Kabupaten Muaro, Jambi.
“Kelak dengan dibangunnya jalan angkutan khusus ini, akan menjawab kondisi rendahnya volume penjualan batubara akibat dari pembatasan angkutan batubara di jalan umum/publik yang bercampur dengan lalu lintas umumnya, yang menyebabkan tingginya biaya angkutan batubara di Jambi,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (14/1).
Rizki menambahkan, infrastruktur itu diharapkan dapat bermanfaat juga bagi angkutan komoditas kelapa sawit yang berlimpah di provinsi Jambi. Selain itu, diharapkan tingkat kecelakaan dapat menurun seiring dengan tertatanya kondisi trafik lalu lintas, yang sebelumnya tidak teratur akibat bercampurnya trafik lalu lintas komoditas, logistik dan umum. “Sehingga dengan dipisahkan, akan terasa dampaknya secara langsung kepada masyarakat,” kata Rizki.
Sementara itu, hingga akhir 2021 lalu PP Presisi berhasil mencatatkan kontrak baru sebanyak Rp 5,6 triliun sepanjang tahun 2021. Angka itu melesat 100% dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 2,8 triliun.
Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar menyebutkan, jumlah kontrak baru tersebut dapat dicapai berkat tambahan kontrak baru sebanyak Rp 280 miliar dari pengerjaan mining development serta proyek civil work. Capaian tersebut merupakan prestasi tersendiri bagi perseroan karena hampir pulih seperti sebelum pandemi. "Hal inilah yang memicu optimisme kami untuk meningkatkan perolehan kontrak baru pada tahun 2022," papar Rully.
Selama 2021, kata Rully, PT PP Presisi Tbk mengalami shifting kontrak yang diperoleh dari civil work ke mining services. Segmen jasa pertambangan mendominasi komposisi kontrak baru PPRE pada tahun 2021 sebesar 53% sedangkan civil work menjadi sebesar 41%. Adapun, berdasarkan komposisi kepemilikan proyek, perolehan dari proyek eksternal (non-PTPP Group) berkontribusi sebesar 87% sedangkan proyek internal (PTPP Group) sebesar 13%.
Direktur Peralatan dan SCM PP Presisi Wira Zukhrial mengatakan, optimismenya bahwa perseroan mampu memperoleh peningkatan kontrak baru pada tahun ini, khususnya dari lini bisnis mining services sebagai sumber recurring income yang dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Di samping itu, perseroan senantiasa menjaga positioning sebagai main contractor melalui sinergi dengan PTPP selaku entitas induk serta dengan LMA sebagai entitas anak.
“Kami menargetkan pertumbuhan perolehan kontrak baru 2022 hingga 10% yang didukung mining services khususnya nikel yang masih banyak menjanjikan perolehan kontrak baru baik berupa infrastruktur tambang & smelter hingga pertambangan nikel itu sendiri. Selain itu, pertumbuhan perolehan kontrak baru 2022 juga didukung oleh perolehan kontrak civil work serta production plant pendukung proyek-proyek civil work dari proyek-proyek strategis nasional,” kata Wira.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

