Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.   Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Laba Lampaui Target, Bagaimana Prospek Saham BSI (BRIS)?

Jumat, 4 Februari 2022 | 10:36 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Bank Syariah Indonesi Tbk (BRIS) atau BSI masih menunjukkan potensi penguatan lebih lanjut didukung pencapaian kinerja keuangan sepanjang 2021 dan ekspektasi berlanjutnya kinerja keuangan perseroan. Penguatan harga saham perseroan juga bakal didukung atas peluang perekonomian lebih baik tahun ini.

CGS CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi add saham BRIS dengan target harga Rp 2.000 per saham. Target tersebut mempertimbangkan perkiran peningkatan EPS tahun 2022 dan 2023 masing-masing 0,4% dan 0,8%.

CGS CIMB Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih Bank Syariah Indonesia menjadi Rp 4,68 triliun tahun 2022, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 3,02 triliun. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan PPOP sebanyak 11% bersamaan dengan penurunan provisi 6%. Pendapatan bunga bersih perseroan juga diperkirakan melonjak dari Rp 14,22 triliun menjadi Rp 16,41 triliun.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Perkokoh Bisnis Digital  

Analis SGS CIMB Sekuritas Yulinda Hartanto dan Ilham Firdaus mengatakan, BSI memiliki likuiditas yang cukup untuk memperbesar pasar perbankan syariah di Indonesia, apalagi potensi pasar perbankan jenis ini masih besar di dalam negeri. Berdasarkan data financing to deposit ratio (FDR) BSI tahun 2021 mencapai 73% dan didukung dengan pesatnya pertumbuhan simpanan wadiah.

“Kami meyakini besarnya likuiditas akan membantu perseroan dapat mengelola CoF dengan lebih baik di tengah peluang peningkatan suku bungan perbankan tahun ini. Hal ini juga membuka peluang bagi perseroan untuk menawarkan produk yang lebih kompetitif,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Tida hanya itu, dia mengatakan, inisiatif BSI untuk memperkuat pelayanan digital produk perbankan telah menunjukkan progress yang baik. Berdasarkan data, penggunaan layanan bank melalui telepon genggam telah melonjak tiga kali lipat dan berkontribusi sekitar 4% terhadap pendapatan perseroan tahun 2021.

Meski pertumbuhan bertumbuh pesat, dia mengatakan, laba per saham (EPS) perseroan tahun 2022-2023 direvisi turun sekitar 0,4-0,8%. BSI diperkirakan mencetak ROE mencapai 19% pada 2023. Selain itu, pergerakan saham perseroan dipengaruhi terbukanya peluang rights issue saham BRIS dengan target meningkatkan saham free float di Bursa Efek Indonesia (BEI) setidaknya ke 15%.

Baca juga: Ini Tiga Tantangan Pengembangan Bank Syariah

Terkait realisasi kinerja keuangan BSI, dia mengatakan, raihan laba bersih senilai Rp 3,02 triliun pada 2021 setara dengan 102,2% dari target CGS CIMB Sekuritas. Sedangkan perolehan PPOP senilai Rp7,84 triliun telah mencerminkan 105% dari perkiraan CGS CIMB Sekuritas.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN