Minggu, 21 Juni 2026

Awal Tahun, PP Presisi (PPRE) Raih Kontrak Baru Rp 333,5 Miliar

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
4 Feb 2022 | 12:12 WIB
BAGIKAN
Lokasi tambang milik PT PP Presisi Tbk
Lokasi tambang milik PT PP Presisi Tbk

JAKARTA, investor.id - Emiten plat merah, PT PP Presisi Tbk (PPRE) pada awal tahun 2022 berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 333,5 miliar. Jumlah ini meningkat 54% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 yakni Rp 153,5 miliar. Kontrak terdiri dari dua segmen yakni jasa pertambangan dan juga pengerjaan struktur.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar menjelaskan, raihan kontrak baru itu sesuai dengan target kontrak baru yang dapat diraih pada tahun ini yakni sebanyak 10%. Untuk itu, perseroan berfokus pada jasa pertambangan maupun infrastructure specialist secara terintegrasi, dari proyek strategis nasional yang didapat melalui PP Group maupun Non PP Group khususnya pada sektor jasa pertambangan.

“Adapun secara rinci, kontrak baru tersebut berasal dari penambahan kontrak baru secara berkesinambungan dari proyek jasa pertambangan nikel yang telah kami kerjakan, serta kontrak baru dari pekerjaan structure work,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/2).

ADVERTISEMENT

Rully optimis penambahan kontrak dari jasa pertambangan pada tahun 2022 akan kembali melebihi target seperti yang sebelumnya terjadi pada tahun lalu. Untuk diketahui, selama 2021 terjadi shifting perolehan kontrak baru dari civil work ke mining services dengan mendominasi komposisi kontrak baru 2021 sebesar 53% sedangkan civil work menjadi sebesar 41%.

“Kebijakan dan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam, membuka potensi pengembangan pertambangan dari hulu ke hilir, termasuk pembangunan infrastruktur pertambangan dan smelter mendorong PP Presisi dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki,” ujarnya.

PP Presisi yakin, dapat menggarap potensi besar dari jasa pertambangan dengan memberikan jasa yang terintegrasi, antara pertambangan dengan pembangunan infrastruktur pertambangan sehingga akan memberikan value added bagi pemilik IUP.

“Dengan competitiveness tersebut, perseroan diharapkan mampu mencapai target 2022 dengan menjadikan jasa pertambangan sebagai kontributor utama kinerja perseroan, serta sebagai recurring income yang turut menunjang cash flow,” kata dia.

Adapun sebelumnya, entitas anak usaha dari PT PP Tbk (PTPP) tersebut menyatakan kesiapannya untuk membangun jalan angkutan khusus dengan nilai investasi mencapai Rp 1,5 triliun. Pembangunan ini nantinya akan dieksekusi oleh cucu usaha PTPP yakni PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA).

Direktur Operasi LMA Rizki Dianugrah menyatakan, siap membantu Pemprov Jambi untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas transportasi batubara yang selama ini masih bercampur dengan lalu lintas transportasi logistik ekonomi serta lalu lintas kegiatan kemasyarakatan.

Jalan angkutan khusus itu nantinya memiliki panjang lebih kurang 140 km dengan ROW 30 meter, akan membentang dari Kabupaten Sarolangun hingga ke pelabuhan khusus di Kabupaten Muaro, Jambi.

“Kelak dengan dibangunnya jalan angkutan khusus ini, akan menjawab kondisi rendahnya volume penjualan batubara akibat dari pembatasan angkutan batubara di jalan umum atau publik yang bercampur dengan lalu lintas umumnya, yang menyebabkan tingginya biaya angkutan batubara di Jambi,” tegasnya.

Rizki menambahkan, infrastruktur itu diharapkan dapat bermanfaat juga bagi angkutan komoditas kelapa sawit yang berlimpah di provinsi Jambi. Selain itu, diharapkan tingkat kecelakaan dapat menurun seiring dengan tertatanya kondisi trafik lalu lintas, yang sebelumnya tidak teratur akibat bercampurnya trafik lalu lintas komoditas, logistik dan umum.

“Sehingga dengan dipisahkan, akan terasa dampaknya secara langsung kepada masyarakat,” pungkas Rizki.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia