Hilirisasi Jadi Alasan Sumber Tani Agung Resources(STAA) Gelar IPO
JAKARTA, investor.id – Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, PT Sumber Tani Agung Resources (STAA) siap menggelar initial public offering (IPO) dengan kisaran harga penawaran Rp 470-605 per saham.
Perseroan akan melepas 877 juta saham sehingga raihan pendanaan dari aksi korporasi ini bisa diperkirakan sebanyak-banyaknya mencapai Rp 530 miliar. PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT CIMB Niaga Sekuritas akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi tersebut.
Presiden Direktur STAA Mosfly Ang menjelaskan, dana IPO nantinya akan digunakan untuk membangun industri hilir dengan pengembangan refinery produk turunan.
“Penggunaan dana IPO ini ditujukan dalam pengembangan grup usaha kita dalam industri turunan lanjutan yaitu industri hilirnya,“ kata dia dalam konferensi pers IPO STAA secara daring, Rabu (9/2).
Dia menjelaskan, pembangunan refinery rencananya di wilayah Lubuk Gaung, Dumai, Riau melalui anak perusahaan PT Sumber Tani Agung Oils & Fats. Dalam hal ini, akan ada perkembangan refinery tangki timbun dan fasilitas dermaga.
“Dengan demikian, operasional akan lebih terintegrasi dengan luas lahan sekitar 40 hektare,” papar dia.
Mosfly menambahkan, STAA memutuskan untuk masuk ke industri hilir karena sesuai dengan kebijakan pemerintah ingin semua sektor tidak hanya masuk dalam sektor upstream saja, namun dapat menambah nilai tambah dalam industri hilir di Indonesia.
“Kita butuh pengembangan lanjutan untuk menekankan pengembangan industri turunan dan ingin memperluas pasar dengan melakukan diversifikasi produk turunan CPO dan dengan adanya keberagaman produk pertumbuhan grup usaha akan semakin berkembang,” tutur Mosfly Ang.
Secara detail, rencana penggunaan dana IPO, yakni sekitar 54% akan digunakan untuk pembangunan refinery dengan kapasitas 2.000 MT CPO/hari membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkirakan target penyelesaian pada Oktober 2023; sekitar 23% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dermaga membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkirkan target penyelesaian pada Oktober 2023; dan sekitar 23% akan digunakan untuk tangki timbun dengan kapasitas 35.000 MT yang membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkirakan target penyelesaian pada Oktober 2023. (C01)
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


