Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.   Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BSI (BRIS) akan Jadi Bank BUMN dan Akuisisi BTN Syariah, Ini Tanggapan Manajemen

Jumat, 25 Februari 2022 | 17:09 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan akan terus mendorong pengembangan perbankan syariah di tanah air. Hal ini dilakukan dengan menjadikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebagai perusahaan BUMN dan juga menarik unit BTN Syariah untuk memperkuat kapasitas.

Adapun perubahan status BSI menjadi bank BUMN dilakukan dengan penyertaan saham Dwiwarna oleh pemerintah. Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar proses penyertaan saham Dwiwarna tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dengan pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

"Saya minta dilakukan secara cermat sesuai dengan aturan yang ada. Apa yang sudah direncanakan oleh Kementerian BUMN agar dapat dieksekusi dengan baik, dengan pengawasan dari BPKP," ungkap Wapres dalam keterangan resmi, Jumat (25/2).

Baca juga: Dijamin PTPP, PP Properti (PPRO) Raih Fasilitas Pembiayaan dari BSI Rp 800 Miliar

Lebih lanjut, Ma'ruf juga mengingatkan agar upaya penyertaan modal negara tersebut tidak mengganggu permodalan dan merugikan posisi Pemengang Saham Pengendali (PSP) BSI.

"Secara strategi bisnis, opsi ini harus menguntungkan perusahaan dan membawa maslahat bagi negara dan masyarakat," pintanya. 

Lebih jauh, Wapres menuturkan bahwa untuk menumbuhkan BSI, memang diperlukan kepemilikan negara secara langsung. Nantinya, negara memiliki hak-hak istimewa untuk menyetujui perubahan anggaran dasar, mengangkat dan memperhatikan Dewan Pengurus (Direksi), dan juga memantau perkembangannya lebih lanjut.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan bahwa Kementerian BUMN akan melakukan percepatan penyertaan modal negara melalui saham Dwiwarna di BSI pada kuartal III tahun ini. 

"Insya Allah Pak Wapres, saya sudah diskusi dengan para Direksi Himbara untuk saham Dwiwarna ini kita akan pastikan terjadi di tahun ini," ungkapnya.

Tidak hanya itu, menurut Erick, BSI juga akan menarik unit BTN Syariah untuk memperkuat posisi dan memperbesar kapasitas pasarnya.

Baca juga: Laba Lampaui Target, Bagaimana Prospek Saham BSI (BRIS)?

"Itulah yang kita harapkan supaya posisi BSI ini semakin besar dan tentunya semakin kuat, dalam arti kapitalisasi pasar dan tentu dorongannya untuk industri perbankan," terangnya.

Erick menambahkan, BSI ke depan diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas Industri Halal Indonesia yang saat ini masih belum masuk lima besar dunia. 

"Kita merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Tetapi tingkat produktivitasnya belum masuk lima besar Industri Halal dunia. Karena itu kita dorong BSI kesana," tekadnya.

Pada kesempatan ini, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengungkapkan bahwa sebagai lembaga pengawasan, BPKP siap membantu mengawasi proses penyertaan saham Dwiwarna di BSI hingga tingkat risiko dan compliance-nya. 

"Kami siap mengawal proses ini supaya dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan," tegasnya.

Menanggapi rencana BSI untuk mengakuisisi unit BTN Syariah, baik BTN maupun BSI belum memberikan pendapatnya. Wakil Direktur Utama BSI Ngatari mengungkapkan belum ada informasi lebih lanjut yang bisa disampaikan. Sementara Bank Mandiri sebagai induk usaha juga menyerahkan sepenuhnya kepada BSI perihal akuisisi tersebut.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com