Jumat, 15 Mei 2026

Harga Jual Nikel Diprediksi Bertahan Tinggi, Bagaimana Prospek Saham Vale Indonesia (INCO)?

Penulis : Parluhutan Situmorang
17 Mar 2022 | 09:03 WIB
BAGIKAN
Kegiatan di pabrik nikel Vale Indonesia. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal
Kegiatan di pabrik nikel Vale Indonesia. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

JAKARTA, Investor.id - Peningkatan tensi geopolitik bisa memicu harga jual nikel global tetap tinggi, sehingga berpotensi menguntungkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Penurunan suplai nikel global juga ikut memicu harga jual nikel tetap tinggi.

Analis RHB Sekuritas Fauzan Djamal dan Andrew Wijaya melaporkan usai mengikuti conference call Vale Indonesia bahwa peningkatan tensi geopolitik dunia hingga invasi Rusia ke Ukraina sempat mendorong harga jual nikel mencapai US$ 48,226 per ton baru-baru atau meningkat 197% dari raihan periode sama tahun lalu.

“Tidak hanya itu tersebar juga berita yang menyebutkan inventori nikel turun menjadi 80 ribu ton kini atau terendah dalam dua tahun terakhir. Apalagi tidak ada upaya negara produsen nikel untuk mendongkrak volume produksi untuk menutupi kekurangan pasokan tersebut,” tulisnya dalam laporan di Jakarta, belum lama ini.

ADVERTISEMENT

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa pemberian sanksi kepada Rusia yang juga sekaligus sebagai penyumbang sebanyak 17% kebutuhan nikel global ikut membuat harga nikel tetap tinggi hingga akhir tahun. “Manajemen Vale Indonesia memperkirakan rata-rata harga nikel bisa mencapai US$ 25.400 per ton tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu mencapai US$ 18.500 per ton,” tulisnya.

Terkait lonjakan harga nikel baru-baru ini, RHB Sekuritas menyebutkan, berpotensi menaikkan pendapatan Vale Indonesia. Apalagi hampir 70% penjualan nikel perseroan didasarkan rata-rata harga spot nikel bulan sebelumnya. Sedangkan volume penjualan perseroan diperkirakan mencapai 64-78 ribu ton dengan memperhitungkan perawatan tanur perseroan sampai kuartal III-2022.

“Kami memperkirakan margin keuntungan operasional perseroan tetap berada di level 20% tahun ini setelah memperhitungkan kenaikan harga energi. Sebagaimana dicatat bahwa 25% dari total biaya berasal dari pembelian energi,” terangnya.

Sedangkan outlook positif perseroan dalam jangka panjang, menurut dia, datang beberapa proyek yang sedang digarap guna menikkan nilai perseroan. Vale Indonesia memasuki bisnis kendaraan listrik dengan membentuk investasi bersama dengan smelter HPAL dengan target operasional pada 2026-2027. Proyek tersebut akan mendongkrak penjualan perseroan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia