Jumat, 15 Mei 2026

Saham Melesat 24%, Market Cap GOTO Kembali ke Peringkat Lima Rp 293 Triliun

Penulis : Parluhutan Situmorang
18 Mei 2022 | 15:43 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan saham perdananya pada Senin (11/4/2022). Foto: Ist
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan saham perdananya pada Senin (11/4/2022). Foto: Ist

JAKARTA, Investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup melesat Rp 48 (24%) menjadi Rp 248 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/5/2022). Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) GOTO kembali naik ke urutan lima setelah pekan lalu terpuruk ke urutan enam.

Penguatan tersebut berimbas positif terhadap lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Berdasarkan data, IHSG pada Rabu (18/5/2022) ditutup melesat 148,94 poin (2,24%) menjadi 6.793,41, seiring dengan lonjakan saham sektor teknologi yang naik 5,57% dan saham sektor perbankan juga ikut sebagai penopang dengan kenaikan 0,60%.

Terkait pergerakan saham GOTO, sempat dibuka melemah ke level Rp 186, namun kemudian berangsur naik hingga akhirnya ditutup menguat Rp 48 (24%) menjadi Rp 248. Saham GOTO bergerak dalam rentang 186-248. Penguatan ini merupakan hari kedua bagi perseroan sepanjang Mei ini. Kemarin, saham GOTO juga naik Rp 6 (3,09%) menjadi Rp 200.

ADVERTISEMENT

Dengan kenaikan harga saham ke level Rp 248, nilai kapitalisasi pasar (market cap) GOTO melonjak menjadi Rp 293 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan GOTO menempati urutan kelima untuk emiten dengan kapitalisasi pasar saham terbesar atau menggeser PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 287,47 triliun.

Prospek Saham

Lalu, bagaimana prospek saham GOTO ke depan? Analis Mandiri Sekuritas Robin Sutanto dalam risetnya menyebutkan, saham GOTO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 440. “Kami percaya bahwa GOTO layak mendapatkan harga premium karena didukung oleh dominasi pasar perseroan setelah melakukan integrasi ekosistem. Integrasi Gojek dengan Tokopedia bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan akhirnya dapat dimonetisasi dalam jangka panjang,” tulis Robin.

Mandiri Sekuritas memperkirakan rata-rata pertumbuhan pendapatan tahun (CAGR) GoTo mencapai 48,9% dalam tiga tahun mendatang, yaitu tahun 2021-2024.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mematok target peningkatan pendapatan GOTO menjadi Rp 11,09 triliun pada 2022 dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 7,36 triliun. Sedangkan rugi bersih diprediksi turun dari perkiraan tahun 2021 senilai Rp 12,73 triliun menjadi Rp 11,74 triliun pada 2022.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 400. Target tersebut juga menggambarkan kuatnya bisnis perseroan dengan menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia