Saham Melesat 24%, Market Cap GOTO Kembali ke Peringkat Lima Rp 293 Triliun
JAKARTA, Investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup melesat Rp 48 (24%) menjadi Rp 248 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/5/2022). Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) GOTO kembali naik ke urutan lima setelah pekan lalu terpuruk ke urutan enam.
Penguatan tersebut berimbas positif terhadap lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Berdasarkan data, IHSG pada Rabu (18/5/2022) ditutup melesat 148,94 poin (2,24%) menjadi 6.793,41, seiring dengan lonjakan saham sektor teknologi yang naik 5,57% dan saham sektor perbankan juga ikut sebagai penopang dengan kenaikan 0,60%.
Terkait pergerakan saham GOTO, sempat dibuka melemah ke level Rp 186, namun kemudian berangsur naik hingga akhirnya ditutup menguat Rp 48 (24%) menjadi Rp 248. Saham GOTO bergerak dalam rentang 186-248. Penguatan ini merupakan hari kedua bagi perseroan sepanjang Mei ini. Kemarin, saham GOTO juga naik Rp 6 (3,09%) menjadi Rp 200.
Dengan kenaikan harga saham ke level Rp 248, nilai kapitalisasi pasar (market cap) GOTO melonjak menjadi Rp 293 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan GOTO menempati urutan kelima untuk emiten dengan kapitalisasi pasar saham terbesar atau menggeser PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 287,47 triliun.
Prospek Saham
Lalu, bagaimana prospek saham GOTO ke depan? Analis Mandiri Sekuritas Robin Sutanto dalam risetnya menyebutkan, saham GOTO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 440. “Kami percaya bahwa GOTO layak mendapatkan harga premium karena didukung oleh dominasi pasar perseroan setelah melakukan integrasi ekosistem. Integrasi Gojek dengan Tokopedia bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan akhirnya dapat dimonetisasi dalam jangka panjang,” tulis Robin.
Mandiri Sekuritas memperkirakan rata-rata pertumbuhan pendapatan tahun (CAGR) GoTo mencapai 48,9% dalam tiga tahun mendatang, yaitu tahun 2021-2024.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mematok target peningkatan pendapatan GOTO menjadi Rp 11,09 triliun pada 2022 dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 7,36 triliun. Sedangkan rugi bersih diprediksi turun dari perkiraan tahun 2021 senilai Rp 12,73 triliun menjadi Rp 11,74 triliun pada 2022.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 400. Target tersebut juga menggambarkan kuatnya bisnis perseroan dengan menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






