Jumat, 15 Mei 2026

Mantul! Laba Bersih Timah (TINS) Terbang 5.713%

Penulis : Jauhari Mahardhika
18 Mei 2022 | 19:30 WIB
BAGIKAN
Produksi timah PT Timah Tbk (TINS). (Foto: Perseroan)
Produksi timah PT Timah Tbk (TINS). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Timah Tbk (TINS) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 601 miliar pada kuartal I-2022 atau melesat 5.713% dibandingkan kuartal I-2021 yang sebesar Rp 10,3 miliar.

Selain disebabkan oleh kenaikan harga logam Timah, kenaikan yang ‘mantul’ alias mantap betul itu juga dipicu oleh efektifitas perseroan dalam menekan biaya operasional.

Adapun pendapatan Timah pada kuartal I-2022 sebesar Rp 4,4 triliun, melonjak 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba operasi naik 575% menjadi Rp 885 miliar dari Rp 131 miliar.

“Kenaikan profitabilitas perseroan terlihat pula dari kenaikan EBITDA sebesar 213% menjadi Rp 1,1 triliun dari sebelumnya Rp 347 miliar,” jelas Direktur Keuangan Timah Krisna Sjarif dalam keterangan tertulis, Rabu (18/5/2022).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, posisi nilai aset TINS pada kuartal I-2022 sebesar Rp 14,4 triliun, turun 2% dibandingkan akhir 2021 yang sebesar Rp 14,7 triliun. Liabilitas sebesar Rp 7,4 triliun, turun 12% dari Rp 8,4 triliun. Sedangkan posisi ekuitas naik 11% menjadi Rp 7 triliun dari Rp 6,3 triliun.

Posisi cash flow operasi TINS meningkat 111% menjadi Rp 2,1 triliun dari Rp 900 miliar. Pinjaman bank dan utang obligasi pada turun signifikan menjadi Rp 3,7 triliun dari Rp 5,1 triliun.

Indikasi membaiknya performa finansial TINS terlihat dari beberapa rasio, seperti quick ratio sebesar 44%, current ratio 153%, gross profit margin 25%, net profit margin 14%, debt to asset ratio 26%, dan debt to equity ratio 53%.

Mengenai kinerja operasi, TINS mampu memproduksi bijih timah pada kuartal I-2022 sebanyak 4.508 ton atau turun 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5.037 ton. Dari jumlah tersebut, sebesar 35% atau 1.583 ton berasal dari penambangan darat. Sisanya 65% atau 2.925 ton berasal dari penambangan laut.

Produksi logam timah TINS pada kuartal I-2022 turun 8% menjadi 4.820 Mton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.220 Mton. Penjualan logam timah tercatat sebesar 5.703 Mton atau turun 4% dari 5.912 Mton.

Harga jual rata-rata logam timah pada kuartal I-2022 sebesar US$ 43.946 per Mton atau naik 76% dibandingkan kuartal I-2021 yang sebesar US$ 24.992 per Mton.

“Ke depan, perseroan terus berupaya untuk meningkatkan volume produksi, sehingga target produksi dapat tercapai sesuai RKAP. Produksi bijih timah berbiaya rendah dari penambangan offshore akan terus ditingkatkan agar profit margin yang optimal dapat dipertahankan,” ujar Krisna.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 24 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia