Inilah Pembangkit Kinerja Kencana Energi (KEEN), Target Harga Sahamnya Signifikan
JAKARTA, investor.id – PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) membukukan pendapatan US$ 36,5 juta dan laba bersih US$ 6,67 juta pada 2021 berkat beroperasinya sejumlah pembangkit listrik perseroan. Seiring prospek energi baru terbarukan (EBT), kinerja perseroan diprediksi lebih baik tahun ini.
Dalam risetnya, RHB Sekuritas menyebutkan bahwa Kencana Energi memiliki prospek cerah karena bisnis energi terbarukan berbasis lingkungan marak saat ini. Selain itu, masuknya investor asing diharapkan mendorong kinerja yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Menilik kinerja Kencana Energi selama 2021 dengan pendapatan sebesar US$ 36,5 juta atau melesat hingga 44% dari tahun sebelumnya, perseroan mampu meraup keuntungan bersih sebesar US$ 6,67 juta.
Kinerja gemilang itu diraih berkat seluruh kegiatan dari pembangkit listrik KEEN, yakni pembangkit listrik Pakkat berkapasitas 18 megawatt (MW) yang dimiliki oleh perseroan sebanyak 75%, dan pembangkit Air Putih berkapasitas 21 MW dengan kepemilikan 98,4%. Kedua pembangkit ini berjalan stabil, sehingga memiliki peran penting dalam pertumbuhan pendapatan perseroan.
“Ke depan, perseroan juga akan membukukan pendapatan dari pembangkit listrik Madong dengan kapasitas 16,5 MW, yang saat ini sudah melewati tahap penyelesaian konstruksi,” jelas RHB Sekuritas dalam risetnya.
RHB Sekuritas menambahkan, keuangan KEEN akan lebih kuat lantaran aksi dari perusahaan listrik asal Jepang, yakni Tokyo Electric Power atau TEPCO, yang membeli saham KEEN. Masuknya investor strategis ini juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.
Hal ini mengingat keberadaan TEPCO yang akan mendukung rencana besar KEEN untuk merealisasikan perluasan kapasitas pembangkit listrik dengan total kapasitas sebesar 250 MW pada 2025. Rencana ini membutuhkan dana yang besar, yaitu hingga US$ 500 juta.
Di sisi lain, saham KEEN saat ini cukup atraktif untuk dikoleksi dengan PB/V sebesar 0,7 kali dibandingkan dengan utilitas regional sebanyak 2 kali. “Kami percaya secara jangka panjang, KEEN menjanjikan prospek bisnis yang cerah, mengingat komitmen perseroan dalam bisnis energi terbarukan,” sebut RHB Sekuritas.
Selain itu, KEEN juga mencatatkan kemajuan yang pesat dalam bisnis fotovoltaik surya atau PV dan biomassa dengan kapasitas yang direncanakan pada 5 MW dan 1,3 MW. Rencana dari perseroan juga sejalan dengan niatan pemerintah untuk mengurangi emisi sebanyak 23% dari porsi terbarukan pada 2025.
Sejauh ini, utilisasi EBT baru mencapai 11%. “Ini juga menjadi faktor dalam banyaknya pembangkit listrik tenaga air potensi nasional sebesar 3,8 GW, dengan Sumatra dan Sulawesi menyumbang 43% dari jumlah itu,” jelas RHB.
Dengan demikian, RHB Sekuritas merekomendasikan beli saham KEEN dengan target harga Rp 780. Dibandingkan harga penutupan KEEN pada 30 Mei 2022 yang sebesar Rp 426, maka potensi gain saham KEEN mencapai 83%.
Meski begitu, proyeksi tersebut bukan tanpa risiko. Dalam perjalanan mewujudkan rencana besarnya, perseroan masih harus dihadapkan dengan risiko dari kenaikan suku bunga.
”Ukuran pasar yang relatif kecil saat ini yang akan memicu pada volatilitas harga saham KEEN. Di sisi lain, rencana dari KEEN memerlukan dukungan dana yang lebih besar,” tulis RHB Sekuritas.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




