Minggu, 21 Juni 2026

BTN Bisa Rights Issue Rp 4,96 Triliun, Begini Pandangan Analis

Penulis : Parluhutan Situmorang
8 Jun 2022 | 08:32 WIB
BAGIKAN
Tempat Pelayanan Bank BTN, Jakarta.
Tempat Pelayanan Bank BTN, Jakarta.

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN telah mendapat restu dari Komisi VI DPR untuk menggelar penerbitan saham baru (rights issue). Persetujuan tersebut dinilai akan berdampak positif terhadap perseroan ke depan.

"Komisi VI DPR RI menerima penjelasan dan untuk selanjutnya akan mendalami usulan penyertaan modal negara tunai dengan rincian BTN akan menjual saham jenis saham dalam portepel dengan metode privatisasi rights issue sesuai dengan persetujuan penyertaan modal negara (PMN) TA 2022 sebesar Rp 2,98 triliun," kata Aria Bima saat membacakan poin-poin rencana aksi korporasi sejumlah BUMN, Selasa (7/6/2022).

Penjelasan tersebut memiliki dua penafsiran, yaitu pertama, nilai PMN mencapai Rp 2,98 triliun untuk mewakili 60% saham pemerintah di BTN. Kedua, total nilai rights issue BTN yang disetujui pemerintah selaku pemegang saham pengendali adalah senilai Rp 2,98 triliun.

ADVERTISEMENT

Jika maksudnya PMN untuk BTN senilai Rp 2,98 triliun, maka total penerbitan saham baru bisa mencapai Rp 4,96 triliun. Jadi, sisanya sebanyak Rp 1,98 triliun atau setara 40% akan diraih BTN dari investor publik. Saat ini komposisi pemegang saham BBTN adalah 60% milik pemerintah dan 40% milik publik.

Terkait penambahan modal tersebut, Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, usulan tersebut sangat positif buat BTN. Dengan tambahan modal Rp 2,98 triliun atau Rp 4,96 triliun, BTN bisa semakin leluasa dalam mendongkrak kinerja, khususnya peningkatan pembiayaan rumah ke segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan milenial.

Dia mengatakan, emiten dengan kode saham BBTN ini ke depan punya peluang besar untuk terus tumbuh. Hal ini didukung oleh sektor properti yang sudah mulai bangkit. Dengan modal tambahan yang akan didapat BTN melalui rights issue sebesar Rp 2,98 triliun pun, ia pun optimistis akan membuat BTN bisa lebih agresif lagi mendorong pembiayaan sektor properti.

"Tentu sangat positif. Kita tahu BTN spesialis sektor properti, khususnya untuk perumahan Rp 200-300 jutaan. Tambahan modal, berapapun nilainya itu. akan sangat membantu sekali," jelasnya.

Pandangan positif juga datang dari Direktur Riset dan Investasi PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus. Menurut dia, jika dibandingkan dengan bank-bank BUMN, rasio kecukupan modal BTN sangat kecil.

Dengan demikian, ungkap dia, rights issue menjadi solusi BTN agar bisa lebih kuat lagi dalam menjaga permodalannya. "Berbicara rights issue, kita harus tahu apa kegunaannya. BTN diketahui kecukupan modalnya tidak sebesar bank BUMN lainnya. Dengan adanya penambahan modal, tentu sangat positif untuk BTN menjalankan perannya dalam memberikan pembiayaan rumah murah," terang Maximilianus.

Tambahan Modal

Seperti diketahui, Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo sendiri mengungkapkan BTN membutuhkan tambahan permodalan karena rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) bank spesialis kredit perumahan itu saat ini paling kecil diantara bank BUKU IV.

Dengan injeksi modal tersebut, Kementerian BUMN ingin mendorong CAR BTN agar bisa mencapai 19%. "BTN membutuhkan tambahan modal. PMN Rp 2,98 triliun sudah disetujui. Tambahan modal ini akan dilakukan melalui righst issue pada kuartal III atau kuartal IV," kata Kartiko dikutip dari paparan virtualnya saat rapat Kerja Komisi VI DPR RI.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia