Ekspektasi Kenaikan Tingkat Suku Bunga Membebani Harga Emas
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia melemah ke zona US$ 1.831,54 per troy ons. Pada Rabu (22/6/2022) pagi hari ini harga emas bergerak melemah dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Melemahnya harga emas dibebani oleh ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga acuan The Fed.
Pasar berekspektasi jika The Fed berencana menaikan tingkat suku bunga sebesar 75 basis poin di bulan Juli, dan diikuti oleh kenaikan tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin di bulan September. Pergerakan emas saat ini terjebak oleh ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga. Ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga menopang pergerakan index dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan emas terbebani oleh index dolar AS yang bergerak menguat.
Pada pagi ini index dolar AS bergerak di zona 104.32 dibandingkan dengan sebelumnya yang berada di zona 104.13. Kenaikan dolar AS memberi tekanan pada emas, karena sebagai aset safe-haven emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga investor lebih memilih berinvestasi pada produk keuangan.
Berdasarkan riset ICDX, Rabu (22/6/2022) harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.810,28 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.847,88. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.797,21 hingga ke areal US$ 1.780.86, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.862,60 hingga ke areal US$ 1.873,22.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






