Minggu, 21 Juni 2026

Kencana Energi (KEEN) Bagi Dividen dan Siap Rampungkan Akuisisi

Penulis : Jauhari Mahardhika
29 Jun 2022 | 21:37 WIB
BAGIKAN
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (29/6/2022), dengan sejumlah agenda di antaranya pengesahan laporan tahunan 2021, penggunaan laba tahun buku 2021, termasuk pembagian dividen.
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (29/6/2022), dengan sejumlah agenda di antaranya pengesahan laporan tahunan 2021, penggunaan laba tahun buku 2021, termasuk pembagian dividen.

JAKARTA, investor.id – Emiten sektor energi baru terbarukan (EBT), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (29/6/2022), dengan sejumlah agenda di antaranya pengesahan laporan tahunan 2021, penggunaan laba tahun buku 2021, termasuk pembagian dividen.

Selain itu, RUPST yang diakhiri dengan public expose membahas perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, serta penegasan susunan pemegang saham perseroan.

Wakil Direktur Utama Kencana Energi Lestari, Wilson Maknawi menegaskan bahwa hasil RUPST tersebut yakni menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan 2021, menyetujui dan menetapkan penggunaan laba tahun buku 2021, termasuk pembagian dividen. RUPST juga menyetujui perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris, serta melaporkan realisasi penggunaan dana IPO.

Menurut Wilson, RUPST menyetujui pembagian dividen final sebesar US$ 1,35 juta atau setara dengan rasio pembagian dividen 16,8% dari laba bersih 2021 yang sebesar US$ 7,99 juta, sehingga dividen per saham sebesar Rp 5,46. Sisa laba bersih sebesar US$ 6.649.468 akan digunakan untuk operasional perusahaan.

ADVERTISEMENT

“Sebagai perbandingan, RUPST KEEN 31 Agustus 2021 juga menyetujui pembagian dividen 11,57% dari laba bersih 2020, atau sama dengan US$ 1 juta, dengan dividen per saham Rp 3,88,” kata Wilson.

Sesuai agenda RUPST, Tepco Renewable Power Incorporated telah tercatat sebagai salah satu pemegang saham perseroan sebanyak 916.578.200 saham (25%), terbesar ketiga setelah PT Paramata Indah Lestari 30,30% dan pemegang saham publik 26,71%.

Selain itu, RUPST mengangkat Yamaguchi Masahiro sebagai anggota komisaris dan Takasawa Kazunori sebagai anggota direksi sebagai upaya KEEN untuk meningkatkan GCG dan membantu mencapai komitmen perseroan terhadap operational excellence.

Berikut susunan komisaris dan direksi Kencana Energi Lestari hasil RUPST pada 29 Juni 2022:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Albert Maknawi

Komisaris: Jeanny Maknawi Joe

Komisaris: Yamaguchi Masahiro

Komisaris Independen: Sim Idrus Munandar

Komisaris Independen: Freenyan Liwang

Direksi

Direktur Utama: Henry Maknawi

Wakil Direktur Utama: Wilson Maknawi

Direktur Konstruksi: Rusmin Cahyadi

Direktur Operasional: Karel Sampe Pajung

Direktur Keuangan: Giat Widjaja

Direktur: Takasawa Kazunori

Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan Kencana Energi Lestari, Giat Widjaja menyampaikan dari sisi kinerja sepanjang kuartal I-2022. Perseroan meraih laba bersih US$ 3,24 juta atau setara Rp 47 miliar, meroket 145% dari kuartal I-2021 yang senilai US$ 1,32 juta.

Kenaikan laba bersih ini seiring dengan pendapatan KEEN yang melonjak 37,41% menjadi US$ 9,66 juta atau setara Rp 140 miliar dari kuartal I-2021 yang sebesar US$ 7,03 juta. KEEN juga mampu memangkas beban langsung hingga 81% menjadi US$ 568.776 atau setara Rp 8,25 miliar dari sebelumnya US$ 3,04 juta.

Tahun lalu, perseroan berhasil mencetak pendapatan US$ 36,55 juta atau setara Rp 530 miliar, naik 43,98% dari 2020 yang sebesar US$ 25,39 juta. Sebesar 53,72% dari pendapatan disumbang oleh proyek konsesi, 33,29% dari bunga konsesi, dan 12,99% dari penjualan listrik EBT.

Pendapatan proyek konsesi tahun 2021 tercatat sebesar US$ 19,63 juta atau meningkat sebesar US$ 7,8 juta atau 65,96% dibandingkan tahun 2020 sebesar US$ 11,83 juta. Laba tahun berjalan mencapai US$ 7,99 juta, melebihi target pencapaian sebesar 119%. Adapun aset KEEN per akhir 2021 menembus US$ 300,78 juta atau setara Rp 4,36 triliun, naik 5% dari 2020 yang sebesar US$ 287,41 juta.

Target 2022

Lebih lanjut, Direktur Konstruksi Kencana Energi Lestari, Rusmin Cahyadi menargetkan perseroan akan menyelesaikan sejumlah akuisisi proyek baru pembangkit listrik berbasis EBT pada tahun ini guna mempercepat akselerasi proyek energi bersih di Indonesia.

Beberapa proyek baru yang sudah selesai diakuisisi yakni pembangkit listrik mini hidro (mini hydroelectric power plant/PLTM) berkapasitas 10 Megawatt (MW) yang saat ini sudah mulai proses pembangunan PLTM dan biomassa berkapasitas 5 MW, serta konstruksi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,3 MW.

“Kami akan terus berupaya mengembangkan usaha secara berkesinambungan dan berkomitmen memberikan kontribusi bagi perkembangan sektor EBT di Tanah Air,” ucapnya.

Di tengah optimisme pemulihan ekonomi pada 2022, pandemi Covid-19 memang diperkirakan masih berpotensi memicu ketidakpastian. Namun, pihaknya yakin secara perlahan kondisi ekonomi akan membaik.

“Pengembangan dan inovasi alternatif sumber EBT terus didengungkan, mengingat Indonesia punya banyak sekali potensi EBT yang belum dimanfaatkan dengan maksimal,” jelas Rusmin.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perkembangan pembangkit EBT dari tahun ke tahun terus naik. Pemerintah pun mempercepat pengembangan pembangkit EBT agar target bauran EBT 23% pada bauran energi nasional bisa tercapai pada 2025.

Sejalan dengan target ini, Rusmin menegaskan perseroan akan terus mengembangkan usaha di bidang EBT karena saat ini bauran EBT yang dimanfaatkan baru sekitar 11%.

“Salah satu pengembangan yang kami lakukan adalah menyelesaikan proyek baru yakni PLTM 10 MW, biomassa 5 MW, dan konstruksi PLTS 1,3 MW. Kami akan terus melangkah mengembangkan proyek EBT, mendukung energi bersih masa depan,” ujar Rusmin.

KEEN juga berhasil mencapai 102% dari target pendapatan pada 2021. Peningkatan produksi listrik dari sumber EBT juga berkontribusi positif bagi pertumbuhan kinerja. Produksi listrik dari sumber EBT pada 2021 naik 18,29% dari 2020, yakni 213,6 GWh menjadi 252,7. Kinerja ini merupakan hasil produksi dari PLTA Pakkat dan PLTA Air Putih.

Direktur Operasional Kencana Energi Lestari, Karel Sampe Pajung mengatakan, hingga Desember 2021, perseroan menjalankan usaha PLTA melalui tiga entitas usaha, yaitu PT Energy Sakti Sentosa/ESS (PLTA Pakkat), PT Bangun Tirta Lestari/BTL (PLTA Air Putih) dan entitas anak tak langsung PT Nagata Dinamika Hidro Madong/NDHM (PLTM Madong, Sulawesi Selatan).

Khusus PLTM Madong, hingga akhir 2021, proyek ini memang belum beroperasi komersial. PLTM ini dikembangkan dengan konsep run-of-river dan dibangun dengan kapasitas 10 MW. Target produksi energi listrik tahunan mencapai 59,28 GWh per tahun dengan faktor pembangkitan (capacity factor) sekitar 68%.

Proses pembangunan masih berlangsung dan KEEN melalui NDHM sudah menyelesaikan pembangunan jalan akses. Hingga akhir 2021, pekerjaan konstruksi dan engineering di area PLTM Madong telah mencapai 99,82%. “Sebagai informasi, per 25 Maret 2022 PLTM Madong sudah mencapai tanggal operasi komersial,” ujar Karel.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 41 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia