Potensi Pasar E-Commerce Tembus Rp 2 Triliun, Kioson Komersial (KIOS) Kian Ekspansif
JAKARTA, investor.id — Emiten teknologi online-to-offline, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terus melakukan ekspansi dengan meluncurkan layanan sameday delivery yang menjangkau 25 kota di seluruh Indonesia. Layanan ini diyakini akan semakin memudahkan alur distribusi barang.
KIOS diketahui telah menggaet sebanyak 350 brand usaha kecil dan menengah (UKM) ke dalam ekosistem miliknya. Beberapa brand yang bergabung seperti Gamal Men, Dew It Skin, Edifier, Moft, ARBIT, Rise & Shine by Raisa, Herbami by DJ Katy, Vinyx, Toffin, Forge Active Wear, dan lain-lain.
CEO PT Kioson Komersial Indonesia Andrew menjelaskan, melalui layanan sameday delivery, pergerakan barang akan menjadi lebih cepat dan dekat dengan konsumen, sehingga ongkos kirim dapat ditekan menjadi lebih murah.
Menurut dia, langkah ekspansif tersebut merespons tingginya potensi perdagangan online di Indonesia bahkan Asia. Analisis RedSeer telah memprediksi, Indonesia akan menjadi kontributor pertumbuhan utama pasar e-commerce di Asia Pasifik yang mencapai US$ 137,5 miliar atau setara Rp 2 triliun pada 2025.
Atas estimasi tersebut, Indonesia pun diproyeksi bakal berkontribusi sebanyak 59% dari total nilai transaksi Asia Pasifik sebesar US$ 231 miliar atau setara Rp 3,4 triliun.
Andrew meyakini, dampak dari maraknya transaksi jual-beli online ini akan berbanding lurus dengan kebutuhan logistik dan fulfillment center terutama bagi para pelaku usaha yang menginginkan ongkos kirim lebih murah dan berjualan tanpa perlu memikirkan stok barang.
Untuk itu, KIOS akan gencar menambah GudangPintar di sejumlah daerah. “Kami berkomitmen untuk menambah gudang di beberapa wilayah Indonesia seperti di Batu Retno Wonogiri, Juwiring Klaten, dan Gemolong Sragen," ucap Andrew dalam keterangan resmi dikutip Selasa (2/8/2022).
Hingga Maret 2022, KIOS tercatat telah memiliki sebanyak 145 gudang dengan jumlah 92.789 mitra warung UMKM yang akan terus diperluas. Berkat strategi itu, perseroan pun berhasil membalikkan kinerja keuangan.
Berdasarkan pada laporan keuangan konsolidasi perusahaan 2021, KIOS sukses mencetak laba bersih sebesar Rp 2,5 miliar, setelah mengalami kerugian pada tahun sebelumnya sebesar Rp 41,9 miliar.
Demi merealisasikan ekspansi gudang tersebut, Kioson berencana melangsungkan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 358,61 juta saham baru senilai harga nominal Rp 100 per lembar.
Adapun harga pelaksanaan right issue dibanderol Rp 300 per saham. “Kalau sesuai target right issue di Rp 107,58 miliar untuk penambahan gudang. Maunya, kita di 2022 kita bisa memiliki 1.000 gudang,” tutup Andrew.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

