Data Inflasi AS Guncang Pasar, Bitcoin dan Ethereum Jatuh
JAKARTA, investor.id - Pasar aset krito harus terima kenyataan bahwa data inflasi AS berhasil membuat guncangan besar. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana jatuh nilainya dan terjebak zona merah.
Melansir CoinMarketCap pada Rabu (14/9/2022) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami penurunan hingga 8,34% bertengger di US$ 20.329. Ethereum (ETH) juga bernasib sama anjlok 6,30% dan berada di posisi US$ 1.584. Altcoin lainnya pun juga tiarap, seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE).
Trader Tokocrypto Afid Sugiono, menjelaskan semua kelas aset kripto dan saham menyusut pasca laporan inflasi AS bulan Agustus yang menunjukkan peningkatan lebih dari yang diantisipasi. Data indeks harga konsumen (CPI) Agustus menunjukkan kenaikan harga 8,3% yang tak terduga tinggi dibandingkan ekspektasi untuk kenaikan 8,1%.
"Hal tersebut bisa menandakan bahwa The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi 0,75% minggu depan. Bitcoin langsung turun menjauh dari level harga US$ 21.000. Dan Ethereum juga tidak bisa menahan penurunan juga, padahal The Merge semakin dekat, tetapi tak bisa memompa harga lebih jauh. Jadi dalam jangka pendek, kripto akan rentan terhadap tekanan jual lebih lanjut," kata Afid dalam keterangannya, Rabu (14/9/2022).
Angka inflasi AS akan mendapatkan sebagian besar perhatian di seluruh pasar. Angka inflasi yang lebih besar dari perkiraan dapat dipastikan akan membuat kenaikan suku bunga agresif selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya.
"Tanggal 21 September mendatang, FOMC akan menentukan kenaikan suku bunga. Market dipastikan akan merah selama 6 hari ke depan, kecuali ada komen positif dari The Fed. Dampak The Merge juga kemungkinan tidak akan berpengaruh kuat ke market untuk rebounce," jelas Afid.
Kapitalisasi pasar atau market cap kripto pun turun di bawah US$ 1 triliun setelah data inflasi AS yang mengecewakan. Padahal, menurut pelacak indeks kripto, Nomics, volume perdagangan kripto di semua bursa telah meningkat 62% menjadi US$ 739 miliar selama seminggu terakhir.
Aktivitas perdagangan kripto dalam dolar AS juga meningkat 20% menjadi US$ 134 miliar selama 24 jam sebelumnya. Peningkatan aktivitas sebagian disebabkan oleh para investor yang bersiap untuk peningkatan The Merge Ethereum akhir pekan ini.
Namun, data inflasi AS Agustus yang tinggi membuat semua berubah. Dalam empat jam terakhir, lebih dari US$ 329 juta posisi price in investor pada Bitcoin di pasar derivatif telah dilikuidasi dengan sekitar 75% dari itu berasal dari posisi BTC long versus short, menurut Coinglass.
Saham perusahaan yang memegang Bitcoin di neraca mereka seperti Marathon Digital (MARA), Coinbase Global (COIN), Block (SQ) dan MicroStrategy (MSTR) telah jatuh dan semuanya menunjukkan kerugian antara 7% dan 12% pada penutupan perdagangan hari Selasa (13/9/2022) lalu.
Gerak Bitcoin saat ini sedang ditarik untuk menuju harga di bawah US$ 20.000. Pergerakan harga Bitcoin berdasarkan day-20 exponential moving average (EMA) sedang retest di level support US$ 20.056. Kemampuan Bitcoin untuk breakdown bisa membawa harga turun menuju US$ 19.980.
Sementara, Ethereum saat ini memiliki level support pada level US$ 1.485 menjadi tahanan yang cukup solid. ETH kemungkinan melanjutkan penurunannya jika berhasil breakdown support terdekatnya menuju ke tahanan selanjutnya yang berada di level US$ 1.512.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






