Jumat, 15 Mei 2026

Indeks Dolar Menguat Jelang Pengumuman FOMC Meeting, Harga Emas Terbebani

Penulis : Lona Olavia
21 Sep 2022 | 10:44 WIB
BAGIKAN
Emas batangan 50 gram difoto setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (FOTO: REUTERS/Denis Balibouse)
Emas batangan 50 gram difoto setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (FOTO: REUTERS/Denis Balibouse)

JAKARTA, investor.id - Harga emas bergerak melemah di zona US$ 1.663,59 per troy ons. Pada Rabu (21/9/2022) pagi hari ini harga emas bergerak melemah dalam tekanan menguatnya indeks dolar jelang pengumuman hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve.

Pergerakan emas dibebani oleh menguatnya indeks dolar di zona 109.94 dengan fokus pasar saat ini pada pertemuan The Fed. The Fed diperkirakan kembali melakukan pengetatan kebijakan dan mayoritas pasar berasumsi setidaknya kenaikan 75 basis poin bahkan hingga 100 basis poin.

Bank sentral lainnya seperti Inggris, Norwegia, Swiss, dan Jepang juga diperkirakan turut melakukan pengetatan kebijakan moneter guna menghadapi lonjakan inflasi. Kondisi tingginya suku bunga acuan meredupkan daya tarik emas karena investor beralih ke produk keuangan lainnya yang menghasilkan bunga.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, pengumuman hasil pertemuan Fed membawa implikasi besar bagi emas karena emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga yang seiring dengan kenaikan imbal hasil instrumen keuangan. Imbal hasil obligasi AS saat ini berada di areal 3.55%, masih berada di zona tertingginya yang turut membebani pergerakan emas.

Selain itu, Asian Development Bank (ADB) melaporkan perkiraan pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia untuk tahun 2022 dan 2023 yang turut mencakup Tiongkok dan India sebesar 4.3% setelah memangkas perkiraan sebelumnya 4.6% pada Juli dan 5.2% pada April di tengah adanya risiko pengetatan kebijakan moneter bank sentral, dampak dari perang Rusia-Ukraina, dan pembatasan Covid - 19 di Tiongkok.

Berita tersebut membawa kekhawatiran menurunnya permintaan emas global sehingga turut menjadi tekanan bagi kinerja emas. Menguatnya indeks dolar jelang pengumuman kenaikan suku bunga oleh The Fed menjadi sentimen negatif bagi kinerja emas.

Berdasarkan riset ICDX, Rabu (21/9/2022) harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.657,80 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.673,67. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.651,30 hingga ke areal US$ 1.646,61, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.680,18 hingga ke areal US$ 1.686,31.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia