Jumat, 15 Mei 2026

Tak Cukup IHSG Tinggi, Jokowi Minta Aliran Dana Asing ke Pasar Modal Diperbesar

Penulis : Lona Olavia
13 Okt 2022 | 10:10 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi pada pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022, Jakarta, Kamis (13/10/2022).
Presiden Jokowi pada pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022, Jakarta, Kamis (13/10/2022).

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dirinya tak pernah ragu atas kemampuan pasar modal Indonesia dalam adaptasi dalam menghadapi dampak ekonomi global.

Apalagi, di tengah pandemi yang belum usai, pasar modal Indonesia melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu menanjak dan bertumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Bahkan, IHSG berhasil tampil menjadi salah satu yang terbaik dibandingkan bursa regional maupun global lain.

“Tapi itu (IHSG, red) belumlah cukup. Jangan bangga hanya karena cetak rekor IHSG, tapi bagaimana mempertahankan aliran modal yang ada dan menarik aliran modal dari luar,” ujar Jokowi pada pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022, Jakarta, Kamis (13/10/2022).

ADVERTISEMENT

Jokowi pun lantas menyatakan, pemerintah terus menantikan kebijakan pasar modal yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.

Akhir kata, tak lupa Jokowi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada pasar modal Indonesia dan berpesan agar lembaga ini bisa menjadi saran yang diandalkan para investor.

“Selamat ulang tahun ke-45 pasar modal Indonesia, terus bertumbuh dan menjadi sarana yang diandalkan para investor,” ungkapnya.

Sementara itu, dana investor asing masih masuk ke Indonesia di tengah kenaikan inflasi dan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed). Hal itu karena fundamental Indonesia masih kuat.

Sepanjang 2022, aliran dana investor asing masuk pasar modal Indonesia mencapai Rp 70,11 triliun.

Meski demikian, belakangan ini ada aliran dana yang keluar cukup deras. Hal tersebut dipicu kekhawatiran terhadap resesi global yang menyebabkan investor memindahkan dana ke aset bebas risiko seperti obligasi pemerintah, maupun menyimpan uang tunai untuk persediaan. Kenaikan suku bunga acuan beberapa negara maju, terutama AS, juga membuat asing cenderung memindahkan dana ke AS yang memiliki posisi kuat dibandingkan negara berkembang seperti Indonesia.

Alhasil, selama masih ada sentimen tersebut, investor asing cenderung wait and see untuk masuk ke pasar moda Indonesia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia