Puri Sentul (KDTN) IPO, Harganya antara Rp 140-160
JAKARTA, investor.id - Pemilik Kedaton 8 Hotel, PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) akan melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 250 juta saham baru atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Nilai nominalnya Rp 25 yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga kisaran Rp 140-160 per saham. Dana yang berpotensi diraih dari aksi ini antara Rp 35-40 miliar. Penjamin pelaksana emisi efeknya adalah Victoria Sekuritas Indonesia.
Bersamaan dengan IPO ini, dalam prospektusnya dijelaskan, Puri Sentul juga menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 50 juta waran seri I. Pada setiap lima saham baru hasil penawaran umum melekat 1 waran seri I di mana setiap 1 waran seri I dapat ditukar dengan 1 saham biasa atas nama.
Waran seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham biasa atas nama dengan nilai nominal sebesar Rp 25 setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 180 setiap saham.
KDTN mengadakan progam ESA dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 25 juta saham atau sebesar 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham perseroan saham dengan harga penawaran.
Perseroan juga menerbitkan opsi saham untuk program MESOP dengan jumlah sebanyak-banyaknya 3% saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO atau sebanyak-banyaknya 37,5 juta saham.
Dana
Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sekitar 86,56% untuk pengembangan usaha dalam bentuk pembangunan 5 outlets K8 Xpress Hotel baru yang akan dibangun di rest area yang berbeda yang rencananya masing-masing akan memiliki sekitar 12 kamar dan dilengkapi sampai dengan 2 fasilitas ruang meeting di antaranya di rest area Tol Cipali dan Tol Semarang-Solo. Status kepemilikan tanah atas seluruh Kedaton 8 Xpress Hotel baru adalah milik lessor sedangkan bangunan yang berdiri di atas tanah tersebut merupakan aset tetap dari perseroan sampai dengan perjanjian sewa atau bagi hasil selesai dan berakhir.
Sekitar 5,97% dana IPO akan digunakan untuk pembangunan 2 suite room di Kedaton 8-Family Hotel yang pembangunannya direncanakan akan selesai pada kuartal keempat tahun 2022.
Sekitar 2,99% akan digunakan untuk pembiayaan pengembangan management system & Information, communication and technologies (ICT) untuk pengembangan aplikasi self check-in untuk 5 lokasi K8 Xpress Hotel yang akan dibangun di rest area baru yang berbeda dan pengembangan sistem IT yang ada di Kedaton 8 Family Hotel di Sentul.
Sekitar 4,48% akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja seperti penyediaan perlengkapan kebutuhan hotel, biaya marketing dan promosi, biaya penyelenggaraan pelatihan maupun operasional kantor pada 5 hotel Kedaton 8 Xpress baru yang akan dibangun di rest area yang berbeda.
Sedangkan dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan waran seri I, seluruhnya akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja perseroan dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional diantaranya namun tidak terbatas untuk biaya gaji dan tunjangan karyawan, penyediaan perlengkapan kebutuhan hotel, biaya marketing dan promosi, biaya penyelenggaraan pelatihan maupun operasional kantor.
Pemegang saham Puri Sentul (KDTN) saat ini adalah PT Putrasakti Mandiri 40%, PT Intan Perdana Sukses 30%, dan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk 30%.
Jadwal IPO Puri Sentul (KDTN):
Masa penawaran awal: 20-26 Oktober 2022
Perkiraan tanggal efektif: 31 Oktober 2022
Perkiraan masa penawaran umum: 1-3 November 2022
Perkiraan tanggal penjatahan: 3 November 2022
Perkiraan tanggal distribusi saham: 4 November 2022
Perkiraan tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia: 7 November 2022
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

