Harga CPO Berguguran Dua Hari Beruntun
JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives turun pada perdagangan Selasa (15/11/2022). Dengan demikian, harga CPO berguguran dalam dua hari beruntun.
Baca Juga:
Harga CPO RontokBerdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (15/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman November 2022 stagnan di 3.987 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 merosot 73 Ringgit Malaysia menjadi 3.920 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak pengiriman Januari 2023 rontok 79 Ringgit Malaysia menjadi 4.033 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Februari 2023 kehilangan 96 Ringgit Malaysia menjadi 4.066 Ringgit Malaysia per ton.
Serta, kontrak pengiriman Maret 2023 menurun 110 Ringgit Malaysia menjadi 4.066 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman April 2023 jatuh 100 Ringgit Malaysia menjadi 4.053 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pelaku pasar tengah mencermati perkembangan Covid-19 di Tiongkok, serta situasi di pasar minyak nabati. Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Tiongkok saat ini, tentu memicu kekhawatiran di pasar akan turut berdampak pada penurunan permintaan.
“Bahkan, tidak hanya untuk CPO namun juga minyak nabati. Hal ini dikarenakan posisi Tiongkok sebagai importir utama untuk CPO dan minyak nabati,” ungkapnya kepada Investor Daily, belum lama ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






