Sabtu, 4 April 2026

Gencar Ekspansi, Penjualan Yelooo Integra Datanet (YELO) Melesat 179,6%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
5 Des 2022 | 15:55 WIB
BAGIKAN
PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), emiten
teknologi di bidang jasa penyewaan alat teknologi komunikasi siap mengembangkan bisnis barunya
PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), emiten teknologi di bidang jasa penyewaan alat teknologi komunikasi siap mengembangkan bisnis barunya

JAKARTA, investor.id - Gencar ekspansi, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) berhasil catatkan penjualan sebesar Rp 1 triliun pada kuartal III-2022. Jumlah itu melesat 179,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 377,972 miliar.

Dalam waktu yang waktu bersamaan, laba kotor dan laba bersih perseroan juga ikut terkerek sebanyak Rp 14,417 miliar atau naik 214,64% dan laba bersih perseroan menyentuh angka Rp 6,02 miliar atau naik 7,89%.

Direktur Utama Yelooo Integra Datanet (YELO) Wewy Susanto menjelaskan, pencapaian ini tidak lepas dari semakin gencarnya perseroan dalam upaya melebarkan sayap bisnisnya dalam infrastruktur internet yang cepat dan andal di pelosok desa melalui anak usaha PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) dengan brand Viberlink. Disisi lain, melalui anak usaha PT Abdi Harapan Unggul (AHU), YELO pun merambah penjualan produk digital.

“Kami gencar berekspansi dengan memperluas jaringan warung-warung digital yang memberikan manfaat luas dalam penjualan produk digital dan paket data,” kata Wewy dalam keterangan tertulis, Senin (5/12/22).

Wewy menambahkan, perseroan telah memiliki sejumlah strategi demi menjadi end-to-end connectivity solution bagi pelanggan, baik di dalam maupun luar negeri. “YELO mempunyai produk Passpod yang saat ini sudah menjangkau lebih dari 250 negara. Perseroan juga meluncurkan internet super cepat via Viberlink dan menyediakan penjualan paket data domestik via super apps PulsaPro,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Wewy, YELO berencana akan terus berekspansi dalam bidang konektivitas usai mendapatkan restu untuk melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue sebesar Rp 1,5 triliun pada 9 November silam.

“Dana yang nanti diperoleh akan dimanfaatkan untuk menggelar internet super cepat ke seluruh pelosok desa melalui Viberlink,” kata Wewy.

Aksi penerbitan saham baru segera dilaksananakan setelah pemegang saham memberikan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 9 November 2022. Nantinya, setiap satu saham lama YELO berhak memperoleh delapan HMETD yang dapat dilaksanakan menjadi saham.

Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan Viberlink sebagai layanan unggulan perseroan dalam penyediaan internet cepat dan terjangkau ke seluruh pelosok desa.                   

Seperti diketahui, layanan internet Viberlink memanfaatkan kabel serat optik 100% dengan kecepatan mencapai 100 mbps s/d 1Gbps per Rumah . Perseroan menargetkan Layanan ini bias di nikmati di 592 kota kabupaten dan 18 ribu Desa di pulau jawa.

Tidak berhenti di situ, Viberlink juga meluncurkan Viberlink Academy untuk melatih dan menciptakan tenaga andal di bidang pemasaran dan pemasangan teknologi fiber optic. Program ini diharapkan dapat melahirkan entrepreneur baru dan lapangan kerja bagi 2.000 orang. “Dampak sosial ekonomi dan pembangunan digital ecosystem di desa, akan ikut membantu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” tutur Wewy.

Perseroan mengutip laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company bertajuk ‘e-Conomy SEA’ yang memproyeksikan ekonomi digital Tanah Air bisa mencapai US$ 77 miliar pada 2022. Nilainya terus meningkat hingga US$ 130 miliar pada 2025 dan diprediksi pada 2030 akan tumbuh tiga kali lipat senilai US$ 220- 360 miliar. “Melalui Viberlink, kami berharap dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi digital terutama wilayah desa pelosok, baik untuk kegiatan pendidikan, pertanian, maupun industri kreatif sehingga mampu berkembang pesat,” pungkasnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 6 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 10 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 14 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 40 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 43 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia