2023, Cisadane Sawit (CSRA) Siapkan Capex Rp 250 Miliar, Kalau Target Labanya?
JAKARTA, investor.id - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) siapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang berkisar antara Rp 200-250 miliar pada tahun 2023. Ekspansi sejalan dengan proyeksi permintaan crude palm oil (CPO) yang akan tetap tinggi.
Sekretaris Perusahaan Cisadane Sawit Raya Iqbal Prastowo mengatakan, besaran capex nantinya akan tergantung dari kondisi CPO. Alokasi dari capex ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur sebesar 40% seperti perumahan, jalan, dan sebagainya.
“Sedangkan sisanya sebesar 60% akan dipergunakan untuk lahan akuisisi lahan baru di Sumatera Selatan,” jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (21/12/2022).
Sedangkan untuk tahun 2022 sendiri, lanjut Iqbal, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 200 miliar dan sudah terserap sekitar 80% untuk pembangunan PKS-2 di Tapanuli Selatan, overhaul PKS-1 di Labuhan batu, penanaman landbank di Sumsel, mekanisasi panen serta pembangunan infrastruktur di kebun.
Lebih lanjut, menanggapi kondisi perekonomian gobal yang masih tidak pasti pada tahun depan. Iqbal menjawab, CSRA yakin harga sawit masih berada di atas harga keekonomian, sejalan dengan permintaan minyak sawit yang masih tinggi untuk keperluan konsumsi rumah tangga maupun sebagai bahan dasar energi terbarukan.
“CSRA juga senantiasa mengantisipasi berbagai faktor ketidakpastian dengan memperkuat kinerja operasionalnya serta pembenahan internal di segala sisi,” ujarnya.
Maka dari itu, untuk menjaga arus keuangan tetap positif. secara berkelanjutan CSRA melakukan penanaman pada landbank di Sumatera Selatan, penerapan mekanisasi panen, serta mengantisipasi kenaikan harga pupuk ke depannya dengan mencoba mengaplikasikan pupuk jenis slow release, yang diharapkan dapat mengurangi cost pemupukan.
“Untuk target pendapatan dan laba pada tahun 2023 sendiri saat ini masih kami hitung secara internal sambil melihat perkembangan harga CPO dan perkembangan kondisi makroekonomi dan geopolitik yang masih bergejolak,” kata dia.
Sementara itu, hingga kuartal III-2022, CSRA berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 765 miliar atau meningkat hingga 17,2% dari periode yang sama pada tahun lalu yakni Rp 653,04 miliar. Alhasil, laba bersih perseroan juga melesat 38,6% menjadi Rp 247,7 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 178,7 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





