Jumat, 15 Mei 2026

Permintaan Pasar Lesu, Harga CPO Merosot

Penulis : Indah Handayani
23 Des 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives merosot pada perdagangan Kamis (22/12/2022). Pelemahan harga CPO terjadi akibat permintaan pasar yang lesu.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (20/12/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari 2023 melemah 51 Ringgit Malaysia menjadi 3.863 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Februari 2023 turun 58 Ringgit Malaysia menjadi 3.886 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Maret 2023 terkoreksi 62 Ringgit Malaysia menjadi 3.898 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman April 2023 jatuh 62 Ringgit Malaysia menjadi 3.894 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman Mei 2023 terkikis 65 Ringgit Malaysia menjadi 3.884 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juni 2023 menurun 59 Ringgit Malaysia menjadi 3.872 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO terpantau mengalami koreksi turun tipis, namun masih berada pada tren yang cenderung bullish. Sentimen yang mempengaruhi harga CPO adalah rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 1-20 Desember yang merosot turun sebesar 4%.

“Dari data tersebut mengindikasikan permintaan pasar yang sedang lesu. Selain itu, sinyal bearish di pasar minyak nabati juga turut membebani pergerakan harga CPO. Alhasil, harga CPO bergerak pada resistance 4.250 Ringgit Malaysia per ton dan support 3.750 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Kamis (22/12/2022).

Untuk pergerakan harga CPO jelang akhir pekan, Yoga memprediksi masih ada potensi untuk naik atau bergerak bullish. Indikator yang dipantau masih seputar perkembangan situasi di Malaysia khususnya terkait bencana banjir yang saat ini melanda negara produsen CPO terbesar kedua dunia itu. Selain itu, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait program mandatori b35 dan gangguan cuaca.

“Situasi di pasar minyak nabati juga menjadi fokus perhatian karena berpotensi mempengaruhi arah pergerakan harga CPO. Dengan demikian, harga CPO diperkirakan akan bergerak pada resistance 4.250 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan support di kisaran harga 3.750 – 3.500 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 24 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia