Jasa Armada (IPCM) Perpanjang Kerja Sama dengan KBS dan Pelindo Banten
JAKARTA, investor.id - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menandatangani perpanjangan kerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan PT Pelabuhan Indonesia Regional 2 Banten. Dengan demikian, Jasa Armada akan melayani jasa pemanduan dan penundaan serta penyediaan sarana kapal tunda di area Terminal Cigading. Banten.
Direktur Utama Jasa Armada (IPCM) Shanti Puruhita menjelaskan, sinergi yang dilakukan sesama perusahaan BUMN ini diharapkan memberikan nilai tambah terhadap tingkat utilisasi kapal. Selain itu, kapal-kapal cape size yang melakukan sandar di dermaga Cigading juga dapat melakukan kegiatan operasionalnya dengan aman dan waktu yang efektif.
“Kami telah melakukan penyandaran kapal di Pelabuhan Cigading dengan total puluhan gerakan kapal keluar masuk pelabuhan, menghasilkan penambahan total pendapatan per bulan area operasional hingga 45%.” jelas Shanti dalam keterangan resmi, Kamis (16/2/23).
Dia menambahkan, ruang lingkup kerja sama meliputi pelayanan pemanduan melalui penyediaan personil pandu di wilayah kerja sama dengan menggunakan sistem yang terintegrasi. Selain itu, Jasa Armada akan membantu penyediaan sarana bantu pemanduan berupa penyediaan kapal tunda beserta awak kapal.
Jasa Armada akan melakukan pelayanan jasa penundaan kapal di wilayah kerja sama yaitu perairan pada terminal Cigading milik KBS. Adapun kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah dimulai sejak 1 Desember 2021.
Sebelumnya pada 1 Februari 2023, Jasa Armada juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Jawa Satu Power dan sepakat untuk melakukan perpanjangan waktu perjanjian sewa kapal tunda untuk wilayah operasional Jawa Satu Power terhitung 1 Maret 2023.
Selain itu, perseroan melakukan kerja sama penyediaan sarana bantu dan prasarana pemanduan untuk pelayanan pemanduan dan penundaan di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Cirebon Electric Power serta Terminal Khusus (Tersus) PT Cirebon Energi Prasarana. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani pada 13 Februari 2023 di Jakarta oleh Shanti Puruhita dan Tengku Mursalin Rahim, General Manager PT Pelabuhan Indonesia Regional 2 Cirebon selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
Berdasarkan catatan Investor Daily, Jasa Armada Indonesia optimistis pendapatan bertumbuh maksimal sebanyak 7% menjadi sekitar RP 877 miliar pada 2022, dibandingkan dengan realisasi pada 2021 sebesar Rp 820 miliar.
Direktur Utama Jasa Armada (IPCM) Amri Yusuf mengungkapkan bahwa pertumbuhan akan berasal dari sektor pelabuhan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, perseroan dapat membukukan pendapatan tumbuh sekitar 5-7% sepanjang 2022.
Menurutnya, target pendapatan tersebut sudah cukup bagus. Hanya saja, dari sisi laba bersih (bottom line), ia menyebut target yang ditetapkan agak konservatif menyusul adanya kenaikan BBM yang sedikit memberikan tekanan.
“Jadi, saya ingin tegaskan kalau untuk revenue kami optimistis bisa tumbuh di kisaran 5% sampai 7%. Tapi, untuk bottom line, kami akan ikhtiar setidak-tidaknya setara dengan 2021. Mudah-mudahan, bisa juga tumbuh di 2022,” ucap Amri.
Untuk itu, Jasa Armada telah melakukan standarisasi pola operasi dan perkuatan internal. Perseroan juga melakukan efisiensi biaya untuk mendukung capaian dari target laba yang tentunya diharapkan bisa menyamai atau mencapai pertumbuhan laba di 2021.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






