Kamis, 14 Mei 2026

IPCM Raup Laba Ratusan Miliar

Penulis : M. Ghafur Fadillah
18 Mar 2026 | 03:00 WIB
BAGIKAN
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)

JAKARTA, investor.id  PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mencetak pendapatan sebesar Rp1,47 triliun pada 2025. Angka tersebut tumbuh 9,65% secara tahunan (year-on-year/yoy) daripada pendapatan 2024 sebesar Rp1,34 triliun. Efisiensi menjadi kunci utama pertumbuhan pendapatan perseroan.

Berdasarkan laporan keuangn terbarunya, peningkatan pendapatan tersebut telah mendongkrak perolehan laba bersih perseroan. Tercatat, emiten bersandi saham IPCM ini berhasil meraup laba bersih tumbuh 17,74% menjadi Rp196,44 miliar pada 2025 ketimbang tahun sebelumnya Rp166,84 miliar.

IPCM menilai, pertumbuhan laba tersebut merupakan buah dari ekspansi yang terukur, penguatan model bisnis, serta meningkatnya kinerja operasional khususnya pada layanan pemanduan dan penundaan kapal. Efisiensi operasional dan pengelolaan biaya juga menjadi penopang utama perbaikan keuntungan perusahaan.

ADVERTISEMENT

Kontribusi pendapatan terbesar pada 2025 tetap berasal dari jasa penundaan yang mencapai Rp1,32 triliun atau 89,51% dari total pendapatan. Jasa pemanduan memberikan kontribusi Rp105,07 miliar (7,12%), sedangkan jasa pengangkutan dan layanan lainnya menyumbang sebesar Rp49,67 miliar (3,37%).

Dari sisi fundamental, entitas usaha Grup Pelindo ini mencatatkan peningkatan total aset menjadi Rp1,71 triliun atau tumbuh 3,91%. Ekuitas juga naik 5,48% menjadi Rp1,36 triliun pada akhir 2025.

Posisi keuangan ini dinilai memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi usaha dan memperkuat kualitas layanan operasional di berbagai wilayah strategis.

Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita mengatakan, capaian 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis perseroan di tengah dinamika industri maritim nasional.

“Pertumbuhan kinerja IPCM pada 2025 mencerminkan komitmen kami dalam memberikan layanan maritim yang andal dan berdaya saing. Ke depan, IPCM akan memperkuat sinergi di ekosistem Pelindo serta mengembangkan peluang bisnis baru guna menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujar Shanti dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).

Perseroan juga memperkuat kerja sama strategis sepanjang 2025, termasuk dengan PT Pelabuhan Bukit Prima (PBP) untuk penyediaan layanan penundaan kapal di TUKS PBP milik PT Bukit Asam Tbk, serta dengan PT Nusantara Regas untuk jasa pemanduan dan penundaan kapal di fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Kemitraan tersebut menunjukkan kepercayaan berkelanjutan dari pelaku industri terhadap kualitas layanan IPCM.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia