Deretan Aset Kripto Ini Terindikasi Bullish, Ethereum Memimpin
JAKARTA, investor.id - Pada minggu ini, deretan aset kripto ini yang terindikasi bullish. Bahkan, Ethereum memimpin jajaran aset kripto yang terindikasi bullish.
Tim riset Indodax menyebut, perubahan harga yang positif dari Ethereum (ETH) tidak terlepas dari masuknya ETH pada zona Bullish, dimana zona ini terkonfirmasi pada 8 Januari 2023. Walaupun sempat melemah, namun tren mampu untuk kembali menguat setelah menyentuh area Rp 22,4 juta – 23 juta.
“Trend Bullish akan semakin kuat dan melanjutkan momentum yang positif jika mampu untuk Break dari Resistance level Rp 26 juta – 27 juta,” tulis tim riset Indodax dalma risetnya, Senin (20/2/2023).
Tim riset Indodax menyebut, sset kripto kedua yang juga terindikasi bullish adalah Matic Network (MATIC). Chart satu hari menunjukkan jika Matic sudah berada di trend Bullish sejak 30 Januari 2023, tertembusnya salah satu area resistance Rp 18.800 – 21.000 membuat indikasi untuk menguat semakin besar.
“Penguatan yang terjadi akan menuju ke level area Rp 26 ribu– 30 ribu. Indikator RSI berada menggambarkan jika tren MATIC saat ini berada di area Overbought, melemahnya harga yang bila terjadi akan mencoba untuk tetap bertahan diatas level Rp 18 ribu,” tambah tim riset Indodax.
Litecoin (LTC), menjadi aset kripto ketiga yang terindikasi bullish. Tim riset Indodax menjelaskan, mampu untuk bertahan dan tidak menembus hingga ke bawah area Rp 845 ribu – 1,1 juta menjadi titik balik bagi LTC untuk mengkonfirmasi Uptrend yang terjadi.
Tim riset Indodax menambahkan, yang menguat akan mencoba untuk menembus resistance level pada kisaran Rp 1,75 juta – 1,93 juta dengan garis resistance selanjutnya berada di sekitar Rp 2 juta – 2,4 juta.
Selanjutnya adalah aset kripto WEMIX (WEMIX). Tim riset Indodax menjelaskan, gambaran pergerakan dari WEMIX lewat time frame 4 Jam, dapat diketahui jika WEMIX memiliki perubahan harga yang cukup fluktuatif dimana Candle memiliki bentuk badan yang panjang dan juga kedua garis dari indikator Bollinger Bands yang saling menjauh.
“Penguatan tren akan diuji dengan terdapat resistance level pada kisaran Rp 30 ribu – 33.500 bila level ini dapat dilewati maka posisi WEMIX di zona bullish akan semakin kuat,” papar tim riset Indodax.
Terakhir, tim riset Indodax menyebut Digix Gold Token (DGX) sebagai aset kripto yang terindikasi bullish. Pada pergerakan Candle di waktu 1 Hari dapat dilihat jika terdapat sumbu pada ujung candle baik yang sifatnya menguat ataupun melemah, hal ini dapat menjadi sebuah momentum bagi DGX untuk memperbaiki atau koreksi bagi sebuah tren.
“Indikator MACD menggambarkan jika kedua garis yang tersedia saling berdekatan sehingga pergerakan harga diperkirakan akan lebih terbatas dengan kisaran Rp 650 ribu – 730 ribu,” tutup tim riset Indodax.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






