BCA Masih Gas Pol di 2023, Broker Ini Kasih Target Harga Tinggi
JAKARTA, Investor.id PT Bank Central Asia Tbk (BCA/BBCA) meraih laba bersih Rp 4,7 triliun Januari 2023, melesat 32% dibandingkan bulan sama tahun lalu Rp 3,5 triliun. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan sepanjang 2022 sebesar 29%.
Ini mendorong sejumlah broker memasang target harga tinggi saham BBCA sepanjang 2023. Sementara itu, laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (BRI/BBRI) naik 2,6% menjadi Rp 4,3 triliun Januari 2023, dibandingkan bulan sama tahun lalu sebesar Rp 4,2 triliun. Pertumbuhan itu melambat dibandingkan sepanjang 2022 sebesar 67%.
Berdasarkan laporan riset Trimegah Sekuritas, akhir pekan lalu, BCA mencetak kenaikan pendapatan bunga sebesar 26% menjadi Rp 6,7 triliun Januari lalu. Adapun pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 27% menjadi Rp 5,9 triliun.
Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BCA Januari 2023 naik menjadi 6% dari tadinya 5,1%, rasio dana murah (CASA) mencapai 82,4% dari 79,5%, sedangkan loan to deposit ratio (LDR) mencapai 66,4%.
Sementara itu, NII BRI naik 9,3% menjadi Rp 9,1 triliun Januari 2023, dari Rp 8,3 triliun. Namun, provisi naik 22,5% menjadi Rp 3,1 triliun. NIM BRI mencapai 7,2% pada Januari lalu, turun dibandingkan bulan sama tahun lalu 7,3%. Adapun CASA mencapai 65%, sedangkan LDR mencapai 82,9%.
Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) meraup laba bersih Rp 3,8 triliun Januari 2023, naik 24,9% secara tahunan (year on year/yoy) dan 30,6% secara bulanan (month on month/mom). Jumlah ini selaras dengan proyeksi konsensus analis.
Adapun PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI) mencetak lonjakan laba bersih 32% menjadi Rp 1,7 triliun Januari 2023. Pemicunya, provisi turun 55% menjadi Rp 644 miliar. Pendapatan bunga bersih naik 10,4% menjadi Rp 3,5 triliun, fee based income naik 10,8% menjadi Rp 783 miliar.
Trimegah menilai, momentum pertumbuhan laba bersih empat bank besar tetap solid memasuki Januari 2023. Torehan laba bersih mereka pada Januari 2023 mencapai 8% dari total proyeksi sepanjang tahun.
Trimegah mencatat, pendapatan bunga masih meningkat, kendati pertumbuhan kredit melambat. Ini menandakan bank besar mulai menaikkan suku bunga kredit.
Sementara itu, beban bunga, tulis Trimegah, cenderung meningkat, berkisar 8-12%, kendati masih bisa dikendalikan. Adapun biaya operasional turun secara bulanan, karena masalah musiman. Ini merupakan salah satu keunggulan bank besar ketimbang bank dengan market cap lebih kecil.
Trimegah memilih BMRI sebagai saham pilihan di sektor perbankan, dengan rekomendasi buy dan target harga Rp 11.800. Trimegah juga menetapkan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 11.500. Adapun rekomendasi saham BBCA buy dan target harga Rp 10.500, sedangkan BBRI buy, target harga Rp 6.200.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





