Indika Pegangan Lo Kheng Hong (INDY) Laba Bersihnya Terkikis Gara-gara Ini
JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 58,92 juta pada kuartal I-2023. Jumlahnya turun 21,4% dari US$ 75,04 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Laba per saham dasar juga terkikis dari US$ 0,0144 pada kuartal I-2022, menjadi sebesar US$ 0,0113 per akhir Maret 2023.
Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun ini, Indika sebenarnya mencatat kenaikan pendapatan menjadi US$ 906,83 juta, dari sebelumnya US$ 830,79 juta. Akan tetapi beban pokok kontrak dan penjualan membengkak dari US$ 570,02 juta pada kuartal I-2022 menjadi sebesar US$ 707,74 juta di kuartal I-2023.
Baca Juga:
Laba Bersih Adaro Energy (ADRO) NgegasAdapun pemicu lonjakan beban pokok kontrak dan penjualan adalah royalti yang mencapai US$ 251,6 juta di kuartal pertama tahun ini. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, angkanya hanya sebesar US$ 88,66 juta.
Dengan melonjaknya beban pokok kontrak dan penjualan, maka laba kotor Indika juga menyusut dari US$ 260,76 juta ke US$ 199,09 juta. Sementara laba periode berjalan pada kuartal I-2023 sebesar US$ 68,41 juta, turun dari US$ 84,92 juta.
Per 31 Maret 2023, aset Indika berjumlah US$ 3,64 miliar, naik dari 31 Desember 2022 yang sebesar US$ 3,59 miliar. Sedangkan liabilitas per 31 Maret 2023 sebanyak US$ 2,27 miliar, meningkat dari US$ 2,25 miliar.
Lo Kheng Hong
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






