Jumat, 15 Mei 2026

Indika Pegangan Lo Kheng Hong (INDY) Laba Bersihnya Terkikis Gara-gara Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Mei 2023 | 08:23 WIB
BAGIKAN
PT Indika Energy Tbk (INDY). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Indika Energy Tbk (INDY). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 58,92 juta pada kuartal I-2023. Jumlahnya turun 21,4% dari US$ 75,04 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Laba per saham dasar juga terkikis dari US$ 0,0144 pada kuartal I-2022, menjadi sebesar US$ 0,0113 per akhir Maret 2023.

Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun ini, Indika sebenarnya mencatat kenaikan pendapatan menjadi US$ 906,83 juta, dari sebelumnya US$ 830,79 juta. Akan tetapi beban pokok kontrak dan penjualan membengkak dari US$ 570,02 juta pada kuartal I-2022 menjadi sebesar US$ 707,74 juta di kuartal I-2023.

ADVERTISEMENT

Adapun pemicu lonjakan beban pokok kontrak dan penjualan adalah royalti yang mencapai US$ 251,6 juta di kuartal pertama tahun ini. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, angkanya hanya sebesar US$ 88,66 juta.

Dengan melonjaknya beban pokok kontrak dan penjualan, maka laba kotor Indika juga menyusut dari US$ 260,76 juta ke US$ 199,09 juta. Sementara laba periode berjalan pada kuartal I-2023 sebesar US$ 68,41 juta, turun dari US$ 84,92 juta.

Per 31 Maret 2023, aset Indika berjumlah US$ 3,64 miliar, naik dari 31 Desember 2022 yang sebesar US$ 3,59 miliar. Sedangkan liabilitas per 31 Maret 2023 sebanyak US$ 2,27 miliar, meningkat dari US$ 2,25 miliar.

Lo Kheng Hong

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 51 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia