NIM Terkompresi, Target Harga Saham BBTN Dipangkas
JAKARTA, Investor.id – Target harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) direvisi turun, seiring ekspektasi margin bunga bersih (NIM) lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula.
CGS CIMB Sekuritas merevisi turun target harga saham BBTN dari Rp 1.800 menjadi Rp 1.740 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
“Penurunan target harga tersebut sejalan dengan revisi turun target NIM bersamaan dengan kenaikan biaya kredit (CoC) tahun ini,” tulis analis CGS CIMB Sekuritas Handy Noverdanius dan Utami Ratnasari.
CIMB Sekuritas merevisi turun target NIM perseroan tahun ini dari 4,3% menjadi 4,2%. Sedangkan CoC diprediksi naik dari 1,2% menjadi 1,4%.
Hal ini mendorong CIMB Sekuritas merevisi turun tipis untuk perkiraan laba bersih BTN tahun ini dari Rp 3,31 triliun menjadi Rp 3,30 triliun. Sedangkan PPOP direvisi naik dari Rp 7,56 triliun menjadi Rp 8,00 triliun.
Terkait realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2023, CIMB Sekuritas menyebutkan, bahwa pencapaian tersebut sudah sesuai ekspektasi. Namun peningkatan NIM menjadi salah satu kekhawatiran terhadap pertumbuhan laba bersih bank ini.
Perseroan membukukan kenaikan laba bersih dari Rp 774 miliar menjadi Rp 801 miliar pada kuartal I-2023. Sedangkan pendapatan bunga bersih turun dari Rp 3,57 triliun menjadi Rp 3,12 triliun hingga Maret 2023.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






