Jumat, 15 Mei 2026

BYAN Ditutup ARB, Kekayaan Low Tuck Kwong Menguap Rp 24,39 Triliun dalam Sehari 

Penulis : Parluhutan Situmorang
30 Mei 2023 | 17:07 WIB
BAGIKAN
Low Tuck Kwong (Forbes)
Low Tuck Kwong (Forbes)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ditutup anjlok hingga auto reject bawah (ARB) pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/5/2023). Sedangkan saham emiten batu bara papan atas lainnya justru berhasil naik.

Harga saham BYAN anjlok Rp 1.200 (6,95%) menjadi Rp 16.075. Penurunan tersebut mengakibatkan kapitalisasi pasar (market cap) BYAN kembali turun menjadi Rp 535,82 triliun atau kian menjauh dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan market cap Rp 833,79 triliun.

Sedangkan Low Tuck Kwong selaku pengendali dengan kepemilikan 20,32 miliar (60,98%) saham BYAN mencatatkan penurunan nilai aset mencapai Rp 24,39 triliun hanya dalam sehari.

ADVERTISEMENT

Penurunan harga saham BYAN telah berlangsung sepanjang Mei 2023 berjalan. Harga saham BYAN telah anjlok dari penutupan akhir April 2023 sebesar Rp 21.500 menjadi Rp 16.075 pada hari ini atau telah terkoreksi 25,23%.

Koreksi harga tersebut juga berimbas terhadap penurunan nilai kekayaan Low Tuck Kwong. Bahkan posisi Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya di Indonesia turun menjadi urutan ketiga. Posisi teratas kembali direbut Budi Hartono dan posisi kedua Michael Hartono.

Sebaliknya, saham emiten batu bara besar lainnya, yaitu PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) justru naik Rp 40 (1,93%) menjadi Rp 2.110, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 100 (0,44%) menjadi Rp 23.075, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp 130 (4,39%) menjadi Rp 3.090, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) stagnan di level Rp 100.

Hari ini, IHSG ditutup anjlok 44,68 poin (0,67%) menjadi 6.636,42. Pelemahah indeks dipicu oleh penurunan saham sektor industri 1,42%, sektor konsumer non primer 0,99%, sektor material dasar 0,69%, dan sektor kesehatan 0,84%. Adapun penguatan melanda saham sektor transportasi 1,30%, sektor konsumer primer 0,45%, sektor energi 0,43%, dan keuangan 0,29%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia