Jumat, 15 Mei 2026

Meski Pasar Fluktuatif, Bahana TCW Sukses Dongkrak AUM 11,3%

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Jun 2023 | 13:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay.
Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay.

JAKARTA, Investor.id – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) berhasil mencetak pertumbuhan Asset Under Managemet (AUM) atau total dana kelolaan reksa dana sebanyak 11,3% sejak awal tahun hingga Mei 2023 menjadi Rp 45,67 triliun.

Berdasarkan data, hampir seluruh  jenis reksa dana yang diterbitkan anak usaha IFG ini mencatatkan peningkatan dana keolaan selama lima bulan pertama 2023. Padahal, kondisi pasar keuangan Indonesia dalam setahun terakhir bergerak fluktuatif mengikuti pasar global yang menghadapi berbagai tantangan.

“Ke depan prospek reksa dana masih menarik, hal ini terlihat dari jumlah single investor identification (SID) yang meningkat signifikan. Pertumbuhan jumlah investor reksa dana tersebut juga didukung semakin beragamnya platform digital yang memudahkan investor ritel untuk bisa memilih jenis reksa dana sesuai profil risiko masing-masing,” ,’’ ujar Direktur Bahana TCW Danica Adhitama di Jakarta, Selasa (20/6/2023).

ADVERTISEMENT

Bahana TCW menyebutkan bahwa pertumbuhan aset terbesar melanda tiga jenis reksa dana ini sepanjang Januari-Mei 2023, yaitu reksa dana terproteksi yang berhasil Rp 2,8 triliun, reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp 797 miliar, dan reksa dana pasar uang sebanyak Rp 426 miliar.

Bahana TCW berupaya untuk menyediakan berbagai produk reksa dana sesuai dengan kebutuhan investor serta menjaga kinerja kelolaan asetnya dengan sangat berhati-hati, hingga mampu meraih posisi terdepan di industi.

Reksa dana terproteksi mencatat pencapaian tertinggi didukung keinginan investor untuk menghasilkan investasi maksimal di tengah-tengah kondisi pasar yang fluktuatif dengan nilai pokok investasi yang dilindungi.

“Reksa dana ini menempatkan mayoritas dana investor pada produk surat utang hampir sama halnya dengan reksa dana pendapatan tetap, sesuai dengan prospek surat utang yang diperkirakan Bahana cukup positif sepanjang tahun ini,” terangnya.

Anak usaha IFG ini telah memiliki sebanyak 172.248 SID hingga akhir Mei 2023, atau naik hingga 51,83% dalam lima bulan pertama tahun ini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia