Bank Neo (BBYB) Gelar Dua Aksi Korporasi Besar Sekaligus
Selain itu, jumlah aset akan meningkat sebesar 0,61% dari Rp 19.60 triliun menjadi Rp 19.72 triliun yang diakibatkan oleh meningkatnya kas dan setara kas yang berasal dari penerimaan dana hasil PMTHMETD. Jumlah ekuitas dari BBYB juga akan bertambah 3,34% dari Rp 3.60 triliun menjadi Rp 3.72 triliun sebagai akibat meningkatnya jumlah tambahan modal disetor dari hasil PMTHMETD yang sebesar Rp120 miliar
Sebelumnya, analis UOB Kay Hian Sekuritas Posmarito Pakpahan dalam risetnya menyebutkan, Bank Neo Commerce atau BNC diproyeksikan dapat membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan atau pre-provisioning operating profit (PPOP) sebesar Rp 1,9 triliun pada 2023, melonjak dibandingkan 2022 yang senilai Rp 288 miliar. Target ini akan didukung oleh top line yang kuat dan efisiensi biaya.
“Kami percaya pinjaman akan tumbuh 40% dan margin bunga bersih (NIM) dapat meningkat sebesar 300 bps pada tahun 2023, yang didorong oleh pinjaman digital dan channeling,” tulisnya dalam riset.
Penghematan biaya dalam subsidi transfer, pemasaran, dan promosi dapat menurunkan rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) Bank Neo Commerce menjadi 35% hingga akhir tahun ini dibandingkan posisi pada kuartal I-2023 sebesar 39%. Namun, penurunan aset akan membebani laba, sehingga UOB Kay Hian Sekuritas memangkas setengah dari perkiraan laba bersih Bank Neo Commerce.
Menurut Posmarito, margin bunga bersih (NIM) Bank Neo Commerce bakal terus meningkat masing-masing menjadi 13%, 14,5%, dan 15,4% pada tahun 2023, 2024, dan 2025. Hal itu didukung oleh imbal hasil yang lebih tinggi. “Kami memproyeksikan pinjaman tumbuh 40% pada tahun 2023, dengan pinjaman digital dan channeling diperkirakan akan berkontribusi 79% dari total pinjaman dan mendorong pendapatan,” sebut dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



