PTBA dan ADRO Bakal Untung Besar Gara-gara Aturan Ini
JAKARTA, Investor.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bakal diuntungkan oleh pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) batu bara, karena porsi penjualan domestik besar. Adapun PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan tertekan kebijakan itu, lantaran porsi ekspor terhadap penjualan tinggi.
Berdasarkan laporan riset CGS CIMB Sekuritas, dikutip Minggu (20/8/2023), pemerintah mendorong pembentukan BLU batu bara. Tugas badan ini adalah mengambil pungutan ekspor batu bara dari para pemain. Selanjutnya, dana itu akan dikembalikan ke para pemain yang menjual batu bara di pasar domestik dengan harga patokan pemerintah. Pendeknya, selisih harga batu bara ekspor dan harga domestik akan ditutup dari dana BLU dan dibayar ke perusahaan batu bara.
Hal ini bertujuan menciptakan sistem, di mana seluruh perusahaan batu bara mendapatkan harga jual sama, entah itu kala menjual di pasar ekspor maupun domestik. Kebijakan ini juga bisa mendorong pemain batu bara menggenjot penjualan domestik.
“Kami melihat ada potensi kebijakan ini dieksekusi pemerintah, tinggal waktunya saja yang belum pasti,” tulis CGS CIMB.
Broker ini menilai, kebijakan itu akan menguntungkan Adaro dan PTBA, serta netral ke PT United Tractors Tbk (UNTR). Namun, BLU batu bara akan merugikan ITMG.
CGS CIMB merevisi naik pendapatan PTBA menjadi Rp 40,4 triliun tahun 2024 dari tadinya Rp 37,3 triliun, ketika BLU batu bara berlaku. Proyeksi laba bersih PTBA dikerek 36% menjadi Rp 7,2 triliun dari Rp 5,3 triliun. Adapun proyeksi laba bersih Adaro tahun 2024 dinaikkan menjadi 11%, sedangkan ITMG dipangkas 11% menjadi US$ 310 juta.
CGS CIMB mempertahankan rating netral saham batu bara. Saham pilihan broker ini adalah UNTR dengan rekomendasi add, target harga Rp 31.800, seiring kuatnya laba bersih, lalu PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan target hagra Rp 1.155. Sementara itu, rekomendasi saham ADRO dan PTBA adalah add dengan target harga Rp 2.345 dan Rp 2.525, sedangkan ITMG reduce dengan target harga Rp 20.850.
Target Bumi Resources
Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan volume produksi batu bara tahun ini berkisar 75-80 juta ton. Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava optimistis target itu tercapai, karena realisasi produksi telah mencapai 35 juta ton pada semester Itahun ini.
Alhasil, dia menerangkan, perseroan membidik volume produksi sebanyak 40-45 juta ton pada paruh kedua tahun ini mengejar target 80 juta ton. "Jadi, kami melihat akan terjadi peningkatan volume produksi selama semester II," ucap Dileep, dikutip Minggu (20/8).
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Perum Bulog Catat Stok Beras 4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026
Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun
Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.Tag Terpopuler
Terpopuler






