BREN IPO di Rp 780, Jauh Banget Valuasinya sama Emiten Sejenis, tapi Ini Grup Barito
JAKARTA, investor.id - Perusahaan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 4 miliar saham atau 3%. Perseroan mematok harga IPO Rp 780/saham sehingga nilai penawaran umum ini secara keseluruhan Rp 3,13 triliun.
Barito Renewables Energy (BREN) melaksanakan penawaran umum pada 3-5 Oktober dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah BNI Sekuritas. Selain itu, OCBC Sekuritas Indonesia dipercaya sebagai penjamin emisi efek.
Dalam prospektus finalnya dijelaskan bahwa harga IPO ditentukan berdasarkan harga kesepakatan dan negosiasi antara perseroan dengan penjamin pelaksana emisi efek dengan memperhatikan hasil penawaran awal (bookbuilding) yang telah dilaksanakan pada tanggal 18-25 September 2023.
Manajemen Barito Renewables (BREN) menyebutkan rentang harga dalam pelaksanaan penawaran awal adalah Rp 670-780 per saham. Dengan mempertimbangkan hasil penawaran awal yang telah dilakukan oleh penjamin pelaksana emisi efek dengan melakukan kegiatan penjajakan kepada para investor, ditetapkan harga penawaran sebesar Rp 780.
Penetapan harga penawaran Rp 780 dan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 4.015.000.000 saham dalam IPO saham BREN telah mempertimbangkan hasil bookbuilding yang telah dilakukan oleh penjamin pelaksana emisi efek setelah melakukan penjajakan kepada para investor dengan pertimbangan berbagai faktor sebagai berikut:
1. Kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan;
2. Permintaan (demand) dari investor domestik dan internasional;
3. Permintaan dari calon investor yang berkualitas (qualified institutional buyer/QIB);
4. Data dan informasi mengenai perseroan, kinerja dan prospek usaha perseroan dan keterangan mengenai industri yang terkait dengan perseroan;
5. Penilaian terhadap direksi dan manajemen, operasi atau kinerja perseroan, baik di masa lampau maupun pada saat ini, serta prospek usaha dan prospek pendapatan di masa mendatang;
6. Status dari perkembangan terakhir perseroan;
7. Kinerja saham di pasar sekunder; dan
8. Rasio yang dapat menggambarkan kondisi saham perseroan dibandingkan dengan rasio yang dimiliki oleh saham perusahaan tercatat yang berada pada sektor industri yang sama dengan perseroan, termasuk PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Rasio dimaksud antara lain price to book value (PBV) dan price earning ratio (PER).
Berikut adalah rasio PBV dan PER perusahaan publik yang tercatat sebagai pembanding:
Grup Barito
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






