Antam (ANTM) dan Vale (INCO) Paling Recommended untuk Sektor Logam 2024
JAKARTA, investor.id – Pasar komoditas logam pada 2024 diprediksi lebih dinamis. Harga emas diperkirakan mencetak kenaikan yang kuat pada semester II-2024, bahkan bisa melampaui US$ 2.150 per ton. Sedangkan pergerakan harga nikel bakal terhambat, namun tetap bullish dalam jangka panjang.
Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario mengungkapkan bahwa pasokan yang melebihi permintaan pada 2024 akan meredam pergerakan harga nikel. Kurva berjangka 5 tahun telah turun dari US$ 22,2-33,3 ribu per ton pada 2022 menjadi US$ 16,4-21,4 ribu per ton. “Tapi akan menjadi bullish dalam jangka panjang karena dorongan elektrifikasi global,” tulis dia dalam risetnya.
Sementara itu, narasi penting The Fed terkait suku bunga seharusnya juga bisa mengembalikan kenaikan harga yang kuat pada tembaga. Namun, hal itu diyakini tidak akan terjadi sebelum tahun 2025 atau setelah perekonomian China mulai bangkit. “Harga tembaga diperkirakan berada pada kisaran US$ 8.500 per ton sepanjang semester II-2024,” sebut Alif.
Sebab itu, MNC Sekuritas menetapkan rating netral untuk sektor pertambangan logam. Perusahaan efek tersebut memilih saham Antam (ANTM) dan Vale Indonesia (INCO), karena valuasinya masih menarik. Dari sisi kinerja emiten, ANTM dan INCO diperkirakan tetap mencetak pertumbuhan laba pada 2024, namun tetap menghadapi risiko biaya pemrosesan yang dapat mengurangi margin.
Adapun target harga saham ANTM sebesar Rp 2.080. Sedangkan target harga saham INCO dipatok Rp 5.500. Pada perdagangan terakhir, saham ANTM bertengger di level Rp 1.665 dan INCO Rp 4.270. Dengan begitu, potensi cuan saham ANTM mencapai 25% dan INCO sebesar 28,8%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






